30 May 2020

Movie Review: Exit (Ek-si-teu) (2019)


“Everybody escape to the roof!”

Film disaster action comedy asal Korea Selatan ini sebenarnya telah saya tonton tahun lalu ketika rilis di bioskop Indonesia, dan pada bulan januari yang lalu saya pilih menjadi salah satu best director debut film di The 9th Annual PnM Awards. Ada dua faktor yang kemudian membuat saya memutuskan untuk menyaksikan kembali film ini, yaitu ‘Hospital Playlist’ dan juga Covid-19, dan uniknya rasa yang film ini berikan masih sama baiknya ketika dahulu saya saksikan di layar lebar. ‘Exit (Ek-si-teu)’ : a fun oddball action comedy.

Ketika kuliah Yong-nam (Jo Jong-suk) merupakan salah pemanjat tebing paling handal, namun ketimbang mengasah kemampuannya tersebut untuk menjadi sosok terkenal ia justru terperangkap di dalam rumah Ibunya. Yong-nam kini adalah pria yang tidak memiliki pekerjaan dan selalu menjadi sasaran kakak perempuannya, Jung-hyun (Kim Ji-young), yang ingin agar Yong-nam membenahi kehidupannya, terlebih dengan momen perayaan ulang tahun ke-70 Ibu mereka, Hyeon-ok (Go Doo-shim) yang semakin dekat.

Untuk acara ulang tahun tersebut menariknya Yong-nam mengajukan ide agar perayaan diselenggarakan di the Cloud Garden. Ternyata itu merupakan bagian dari rencana Yong-nam untuk dapat bertemu kembali dengan pujaan hatinya dulu yang juga merupakan mantan pendaki tebing, Eui-joo (Im Yoon-ah), yang bekerja di sana. Tapi di sisi lain rencana licik Yong-nam tersebut berhasil menghindarkan keluarganya dari sebuah bencana besar, meskipun memang untuk sesaat. Sebuah truk tiba di the Cloud Garden dan melepas gas beracun yang dengan cepat menyebar dan menghasilkan kekacauan besar.
Pada awalnya saya hendak membuat semacam komparasi pada apa yang saya rasakan ketika dahulu pertama kali menyaksikan film ini dengan apa yang berhasil diberikan film ini ketika saya tonton ulang. Tapi hal tersebut batal, karena ternyata rasa yang film ini berikan masih sama menyenangkannya. Hal yang paling terpatri di ingatan saya pada first viewing dahulu adalah betapa mampunya Lee Sang-geun dalam menangani ide unik yang ia ciptakan di script dan lalu kemudian membentuknya menjadi sebuah pertunjukkan action comedy dengan kesan “aneh” yang punya pesona menarik. Dan dua hal tersebut kembali terulang dengan kualitas yang sama baiknya.

‘Exit’ adalah sebuah bentuk hiburan di mana penonton dapat merasakan bahwa pada cerita yang dibentuk serta eksekusi dari cerita tersebut ke dalam bentuk visual ada rasa percaya diri yang kuat dan tinggi. Di sini Lee Sang-geun membawa ide menarik tentang sebuah bencana yang kemudian dapat menyebar dengan cepat, hal yang juga membantu cerita memiliki thrill dengan intensitas yang mumpuni berkat tekanan yang memaksa karakter untuk terus berpacu dengan waktu. Ide tersebut kemudian ia kembangkan menjadi sebuah konsep yang simple tapi efektif, bagaimana jika karakter utama rakyat biasa yang punya skill tapi clumsy?
Dari situ kemudian hadir Yong-nam. Dia adalah pria yang harus diakui sangat berhasil meyakinkan penonton bahwa dirinya punya karakter unik yang "menjengkelkan", dan tentu saja bahwa mungkin dia seorang yang clumsy. Tapi bukankah di situ justru seni dari sebuah skema from zero to hero terjadi? Tekanan yang memaksanya untuk terus berlari menghindari gas beracun merupakan cara yang digunakan oleh Lee Sang-geun untuk menunjukkan salah satu insting bertahan hidup yang dimiliki manusia. Bukankah begitu, dalam kondisi terdesak maka kertas bahkan bisa diubah menjadi pisau yang tajam, dan berbagai trik seperti itu digunakan sebagai senjata bagi Yong-nam, Eui-joo, dan karakter lainnya untuk terus bertarung mengalahkan gas beracun tersebut.

Prosedur menyelamatkan diri ketika terjadi bencana tetap digunakan oleh Lee Sang-geun sebagai basis utama cerita tapi di sisi lain ia terus mewarnai petualangan yang punya energi memikat ini dengan berbagai rintangan yang sepele tapi punya fungsi yang oke. Berpindah dari satu gedung ke gedung lain adalah sesuatu yang umum digunakan di film tapi hal-hal seperti itu di sini dikemas dengan terampil sehingga menghasilkan perpaduan action, thriller, dan comedy yang oke. Keputusan Lee Sang-geun untuk terus mengeksploitasi momen-momen komikal juga berhasil membuat komedi itu sendiri terus berdiri sejajar dengan elemen action yang dibentuk layaknya sebuah game sederhana.
Ya, komedi yang konyol tadi berjalan sejajar dengan sajian action yang terus mampu memompa energinya karena tampil layaknya sebuah misi dalam permainan game. Keterlibatan unsur politik memang ada namun jumlahnya sangat sedikit, yang menarik justru bagaimana teknologi seperti drone dimanfaatkan untuk menunjukkan solidaritas dan persatuan yang kuat dari para penduduk kota. Sisanya adalah menyaksikan Yong-nam, Eui-joo, dan karakter lain terus bergerak mencari jalan keluar. Di bagian ini harus diakui kembali bahwa Lee Sang-geun cerdik dalam memainkan tempo dan dinamika narasi, beberapa kekurangan di script berhasil ditutup dengan pengaturan timing yang terasa oke pada eksekusinya, termasuk emosi.

Namun selain keberhasilan Lee Sang-geun dalam meramu cerita dan juga kemudian ketika mengeksekusinya, serta bagaimana tim visual effect, stuntman, dan production team lain yang berhasil membuat elemen teknis ‘Exit’ terasa berkesan, kinerja akting para aktor juga punya peran besar. Yong-nam adalah karakter yang dapat dikategorikan cemilan favorit bagi Jo Jong-suk (Oh My Ghost, Jealousy Incarnate, Hospital Playlistia tampak santai ketika mengeksekusi komedi namun juga mampu menjadi kapten yang membawa cerita terus bergulir dengan thrill oke. Im Yoon-ah menjalankan tugasnya dengan baik sebagai Eui-joo sedangkan Go Doo-shim dan Kang Ki-young sukses mencuri perhatian di sektor supporting role.
Overall, ‘Exit (Ek-si-teu /엑시트)’ adalah film yang memuaskan. Ini adalah salah satu film yang saya tonton tahun lalu di mana nilai dari fun factor memberikan kontribusi point yang sangat besar terhadap nilai akhir. Jika tidak ditangani dengan baik cerita yang dimiliki ‘Exit’ dapat berakhir menjadi sebuah sajian action komedi yang datar dan annoying, tapi Lee Sang-geun menggunakan beberapa trik yang oke sehingga berhasil membuat cerita yang biasa saja itu menjadi sebuah presentasi yang terasa energik, terus bergulir cepat dengan tempo dan dinamika yang tepat serta oke antara kombinasi antara drama, action, dan komedi membuat ‘Exit’ berhasil menjadi sebuah oddball action comedy yang memikat dan memorable.












0 komentar :

Post a Comment