Review: Hunt for the Wilderpeople [2016]


"I'm relentless, I'm like the Terminator."

Setiap kali tahun berganti salah satu hal yang saya harapkan dari movie experience di tahun yang baru adalah kembali dapat menemukan dalam jumlah besar film yang mampu “mengejutkan” saya, ibarat menjadi seember air dingin yang berhasil mengguyur saya di teriknya panas matahari di siang hari, sebuah film yang terasa segar di tengah berbagai sekuel, remake, reboot, dan tentu saja film-film superhero. Dari sutradara ‘What We Do in the Shadows’ and the upcoming ‘Thor: Ragnarokplease welcome perpaduan imajinasi, hati, dan anarki berjudul ‘Hunt for the Wilderpeople’, smart and silly drama comedy. One of the best astounding movie this year so far, it’ll adds smile on your face when you walk out of the cinema.

Blogger Tricks

Movie Review: The Magnificent Seven [2016]


"Every man got the right to choose where he dies."

Antoine Fuqua merupakan sutradara yang senang bermain dengan “kemarahan”, menampilkan cerita dengan rasa slow-burn lalu kemudian menghajarnya dengan ledakan yang menciptakan kesan brutal, dari Training Day, Shooter, Olympus Has Fallen, The Equalizer, hingga Southpaw. Kali ini dia mencoba bermain dengan materi klasik, sebuah remake dari ‘The Magnificent Seven’ rilisan tahun 1960 yang dianggap sebagai salah satu film western terbaik yang pernah dibuat. Started with a bang, 'The Magnificent Seven' is when cowboy hang out and then playing with a gun while watching a cartoon.

TV Series Review: Jealousy Incarnate – Part 5


Menjadi “boneka” ketika sedang menyampaikan ramalan cuaca di mana ia harus mengarahkan dada dan bokongnya sesuai dengan perintah, seorang wanita yang rendah hati dan sederhana merasa kecewa dengan profesi dan kehidupan yang kini ia jalani. Suatu ketika peluang bagi si wanita untuk meraih mimpinya menjadi anchor kembali terbuka namun masalahnya di saat yang sama muncul berbagai masalah lain di sekitarnya, salah satunya berasal dari seorang pria yang merupakan seorang mantan anchor, sebuah kisah lama yang belum tuntas dan mencoba bersemi kembali.

Movie Review: Blair Witch [2016]


"Oh, my God!"

Salah satu kejutan di pagelaran Comic-Con 2016 yang lalu adalah terungkapnya fakta bahwa sebuah film horror yang sejak awal produksi hingga ketika dipasarkan berada di bawah judul ‘The Woods’ ternyata merupakan sekuel dari salah satu film found footage psychological horror populer, The Blair Witch Project. Filmmaker beralasan usaha “bersembunyi” itu untuk mengantisipasi backlash atau respon negatif dari internet, tapi ternyata tidak hanya judul saja namun sejak awal hingga akhir di tangan sutradara You're Next dan ‘The Guest’ film ini memang “bersembunyi” di balik 'The Blair Witch Project'. Apakah itu menghasilkan sesuatu yang baik? They chose the wrong title, this one is a 'Blur Witch'.

TV Series Review: Love in the Moonlight – Part 5


Seorang pria muda yang memiliki popularitas tinggi di desa tempat ia tinggal merupakan manipulator yang ulung, ia akan melakukan apapun demi mendapatkan uang untuk menutup hutangnya, dari manipulasi surat cinta hingga membantu sebuah hubungan asmara yang terlarang. Suatu ketika ia dipaksa mengikuti test untuk menjadi seorang eunuch yang kemudian membawanya bertemu berbagai masalah akibat aksi manipulatif yang pernah ia lakukan sebelumnya. Namun masalah terbesar yang dimiliki pria muda tersebut justru berasal dari hal terkait identitas yang ia miliki, ia harus menjaga sebuah fakta yang selama ini ia sembunyikan: bahwa ia merupakan seorang wanita.

Review: Bridget Jones's Baby (2016)


"I'm pregnant!"

Satu setengah dekade yang lalu muncul karakter wanita bernama Bridget Jones, selalu cemas akan berat badannya dan dianggap sinting hingga vulgar karena gemar berfantasi tentang boss yang ia kagumi. Kala itu ia menuliskan keinginannya pada sebuah diary kesayangannya bahwa ia ingin berhenti merokok, menurunkan berat badan, dan menemukan Mr. Right. Wanita “sinting” itu ingin merasakan cinta. Berlanjut di tahun 2004 lalu kemudian tertidur selama 12 tahun kemudian, kisah Bridget Jones kembali berlanjut, masih dengan formula, pesona, dan tentu saja kegilaan yang sama. Bridget is back! Just like its heroine, ‘Bridget Jones's Baby’ is a crazy but likeable and charming romance comedy.

TV Series Review: W - Part 9 (Felina)


Seorang wanita, anak dari kartunis terkenal, mengalami sebuah insiden yang membawanya masuk ke dalam “dunia” yang berbeda, dunia di mana telepon selulernya tidak berfungsi dan dua bulan sama dengan tidak lebih dari setengah jam di “dunia” tempat dia berasal. Di sana wanita yang berprofesi sebagai dokter ahli bedah tersebut bertemu dengan seorang pria mantan atlet dengan popularitas yang tinggi, pria yang secara tidak langsung "mengikat" si wanita di dalam “dunia” baru tersebut. Masalahnya adalah sang pria merupakan “ciptaan” dari ayah si wanita.