TV Series Review: Lovers of the Red Sky - Part 3

“We just no meant to be together.”

Seorang pelukis cantik yang dahulu buta dipertemukan kembali dengan pria tampan yang hampir dua dekade sebelumnya pernah menjadi salah satu kenangan terindah. Kala itu si pria masih dapat melihat namun harus menerima kutukan menjadi buta ketika sesosok iblis yang sebelumnya telah dipenjara di dalam sebuah lukisan dapat lepas ketika lukisan tersebut dibakar. Pria tampan tersebut mencoba menemukan pelukis dengan kualitas keilahian yang kuat agar dapat menciptakan lukisan baru sebagai penjara bagi si iblis tersebut tadi yang kini sedang berkeliaran.

Blogger Tricks

Movie Review: Snake Eyes: G.I. Joe Origins (2021)

“Abandon ego. Strike with honor. Selflessness and truthfulness will lead to harmony.”

Apakah kamu masih ingat dengan dua film pertama G.I. Joe film series? Saya yakin banyak yang sudah lupa, atau bahkan tidak tahu sama sekali dengan karakter Duke yang kala itu diperankan Channing Tatum, padahal ia lebih tertarik berperan sebagai Snake Eyes, karakter ninja misterius yang berikrar untuk tidak berbicara. Kedua film tersebut mencatatkan pencapaian box office yang tidak super buruk, film pertama sempat menjadi film Hasbro ketiga di puncak box office Amerika setelah dua film koleganya, Transformers. Yang berantakan adalah respon penonton, review negatif lebih dominan. Transformers film series juga pernah runtuh namun mampu bangkit lewat Bumblebee’, langkah serupa yang coba diikuti G.I. Joe, matikan lalu hidupkan kembali. ‘Snake Eyes: G.I. Joe Origins’ : not groundbreaking but still better than the predecessor.


TV Series Review: Hometown Cha-Cha-Cha - Part 4

“There's no manual for dating. Just follow your heart.”

Hidup mewah di kota besar di mana kopi menjadi teman yang wajib menemaninya setiap hari membuat seorang Dokter gigi cantik tapi perfeksionis sangat terkejut ketika mencoba untuk membangun kembali karirnya yang sedang berantakan. Wanita yang punya ambisi besar itu memutuskan untuk membuka klinik di sebuah desa kecil di tepian laut dan di sana ia bertemu seorang pria yang mencuri perhatiannya. Pria itu seorang pengangguran tapi justru dianggap sosok penting di desa tersebut, ia pria muda berparas tampan yang memiliki banyak keahlian dan adalah orang pertama yang muncul jika seseorang membutuhkan bantuan, termasuk si wanita cantik tadi.


Movie Review: Whispering Corridors 6: The Humming (2021)

“There’s a kid that keeps following me. She only has one shoe on.”

Sebuah tempat akan dianggap angker ketika di sana pernah terjadi sebuah peristiwa yang merenggut nyawa manusia, apalagi jika peristiwa tersebut terjadi secara tragis maka semakin mudah beranggapan ada arwah makhluk halus di tempat tersebut yang masih gentayangan. Itu salah satu premis klasik genre film horror yang sangat mudah ditemukan dan telah menjadi basis utama Whispering Corridors film series sejak film pertamanya di tahun 1998. Setelah 12 tahun tertidur film keenam di film series itu rilis dan kembali mencoba menggunakan premis yang serupa. ‘Whispering Corridors 6: The Humming’ : a tangled horror.


Movie Review: The Mad Women's Ball (2021)

“Why is it acceptable to believe in God and not in spirits?”

Ketika mendengar kata “orang gila” kesan pertama yang muncul di dalam pikiran banyak orang tentu saja adalah sosok yang menakutkan, sama halnya ketika ada teman atau keluarga bahkan yang berkata padamu bahwa mental atau jiwa mereka sedang tidak sehat maka lebih mudah memberi respon negatif kepada mereka ketimbang positif. Stigma bahwa orang-orang yang mengalami gangguan kesehatan jiwa atau mental adalah sosok yang berbahaya dan harus dijauhi adalah salah, penilaian yang digunakan oleh film ini untuk berbicara tentang pentingnya edukasi terkait mental health secara luas dan tepat. Konflik yang digunakan sederhana, ada seorang wanita yang menyebut dirinya dapat berbicara dengan orang yang telah meninggal dunia. ‘The Mad Women's Ball’ : uniquely eerie story about mental health. (Warning: the following post might contains mild spoilers)


Movie Review: F9 (2021)

“Be precise in life.”

Saya merupakan salah satu penggemar franchise ini dan menganggap bahwa film ke enam merupakan puncak terbaik mereka, yang tentunya akan terasa manis jika niat closing di film ketujuh yang lalu itu benar-benar terjadi. Tapi sayangnya sejak itu muncul jargon “one last ride” yang lantas menjadi titik awal berkembangnya the Fast & Furious franchise jadi semakin luas dan besar. Secara komersial kesuksesan masih konsisten diraih, film ketujuh bahkan sempat menempati posisi empat dalam daftar film dengan penghasilan kotor tertinggi sepanjang masa, tapi jika berbicara tentang kualitas resep baru justru membuat aksi yang dipimpin Dominic Toretto itu menjadi semakin absurd. F9 : an overstep quasi-superhero blockbuster.


Movie Review: There Is No Evil (2020)

“If some of these laws are forced, why can't you say no?”

Pemberian sanksi hukuman mati kepada pelaku kejahatan besar di Iran merupakan tindakan yang legal secara hukum, bahkan salah satu metode yang digunakan adalah eksekusi di depan publik atau warga. Memang tidak mencoba menunjukkan secara detail terkait sanksi hukuman mati tersebut namun film yang kabarnya diproduksi secara rahasia dan kemudian diselundupkan keluar dari Iran ini justru mencoba menelisik luka yang tertinggal dari orang-orang yang dipaksa tunduk dan mengikuti perintah untuk menegakkan hukuman mati tersebut, keputusan yang mereka ambil dan kemudian mempengaruhi kehidupan mereka. ‘There Is No Evil (Satan Doesn't Exist)’ : a good moral tales about inner humanity. (Warning: the following post might contains mild spoilers)


Movie Review: Jungle Cruise (2021)

“All legends are born in truth.”

Disney already has their own magic also tried-and-tested ingredients. Ya, itu benar dan tidak heran jika mayoritas film yang ditelurkan oleh studio Walt Disney kerap memiliki signature yang sangat khas, termasuk saat mereka mencoba membuat atau memperluas waralaba milik mereka. Kali ini bukan dari film kartun melainkan dari sebuah wahana hiburan Jungle Cruise di Disneyland, simulasi pelayaran perahu yang membawa pengunjung seolah sedang berkeliling dunia, menjadi dasar bagi upaya Disney untuk mencoba perutungannya mengulangi kesuksesan yang pernah diraih oleh Pirates of the Caribbean. A direct hit? ‘Jungle Cruise’ : a generic but energetic tame adventure.