The 10th Annual PnM Awards


Blogger Tricks

Movie Review: Godzilla vs. Kong (2021)

“The myths say that their ancestors fought each other in a great war.”

Setelah ‘Godzilla’, kemudian ‘Kong: Skull Island’ yang lantas disusul oleh ‘Godzilla: King of the Monsters’ yang menarik itu, tidak butuh waktu lama bagi penonton untuk dapat menyaksikan “pertunjukkan utama” yang tentu telah dinantikan sejak berita terbentuknya rencana membangun “MonsterVerse” muncul. Ya, masing-masing telah mendapatkan jatah film mereka sendiri dan kini saatnya mereka bertarung, seperti Batman melawan Superman tapi versi monster. Pertanyaannya ialah, mampukah sajian ini bersikap adil dan seimbang? ‘Godzilla vs. Kong’ : a lovely clash of the titans.


Movie Review: Wonder Woman 1984 (2020)

“You cannot have it all. You can only have the truth. And the truth is enough. The truth is beautiful.”

Tidak peduli seberapa sukanya kamu dengan ‘Batman v Superman: Dawn of Justice’ sulit untuk memungkiri bahwa ‘Wonder Woman’ merupakan pioneer yang memberi secercah harapan yang nyata bahwa DC Extended Universe can be “fun” too. Patty Jenkins kala itu menggunakan war film sebagai platform utama untuk dengan cerdik memoles pesona utama heroine utamanya dengan penuh percaya diri, salah satu hal paling memorable dari film tersebut. Sikap positif itu kembali di film kedua ini, but sometimes you can't see what you're learning until you come out the other side. ‘Wonder Woman 1984’ : it's going down for real. (Warning: the following post contains images spoilers)


Movie Review: Stand by Me Doraemon 2 (2020)

“Let’s make our family as happy as theirs.”

Apakah semua orang yang telah dewasa otomatis juga akan menjadi sempurna, jika dibandingkan dengan dirinya ketika masih remaja misal? Salah satunya Nobita. Di masa remajanya Nobita adalah sosok cengeng dan manja, selalu saja ada masalah yang ia ciptakan dan untuk menyelesaikannya ia butuh bantuan dari Doraemon. Ini isu sederhana yang dikupas dengan cara yang manis oleh film ini yang kembali membuktikan bagaimana cara terbaik dalam memanfaatkan “koneksi” yang manis antara penonton dengan karakter di dalam cerita. ‘Stand by Me Doraemon 2’ : ichi, ni, san! Arigato!


Movie Review: Inseparable Bros (2019)

“If anybody looks down on us, I’ll really teach them a lesson.”

Saya tersenyum ketika film ini berakhir, bukan karena merasa senang atau bahagia telah menyaksikan sebuah kisah yang sangat luar biasa baik itu dari segi cara ia dipresentasikan serta kualitas cerita, tapi karena turut merasa puas ketika melihat bagaimana karakter mengakhiri “perjuangan” mereka. Terkesan sepele memang tapi itu pencapaian yang tidak mudah untuk dilakukan, film ini capai menggunakan kisah persahabatan dua saudara dari orangtua berbeda di mana ia bermain low-key sejak awal hingga akhir. Inseparable Bros : a properly cooked drama.


TV Series Review: Vincenzo - Part 2

“There's only one way humans are born, but there are countless ways to die.”

Sebagai penasihat bagi sebuah keluarga mafia seorang pria menunjukkan kepada para musuhnya bahwa tidak ada hal yang dapat membuatnya takut. Merasa bahwa tidak ada lagi yang layak mendapatkan loyalitas darinya pria tersebut memutuskan pulang ke Korea. Di sana ia bertemu dengan kelompok yang mencoba menggusur sebuah apartement complex, gedung yang sudah lama menjadi idaman si pria untuk ia miliki, karena lima tahun lalu ia pernah membantu seseorang menyembunyikan harta miliknya tepat di bagian bawah gedung, harta berupa emas seberat 15 ton.


TV Series Review: The Penthouse - Season 2 - Part 2

“When you're weak, people are bound to get you.”

Seorang wanita terjatuh dari lantai 100 sebuah gedung pencakar langit di kota Seoul, gedung yang merupakan sebuah penthouse di mana di dalamnya terbagi dua kelas, yaitu low zone dan juga high zone. Seolah menjadi lambang sebagai puncak dari kesuksesan di high society tidak heran banyak orang berlomba-lomba agar bisa menjadi “Ratu” penghuni lantai 100, mendapatkan kesuksesan sebagai pembuktian diri meskipun menggunakan cara yang kotor dan keji.   


Movie Review: Raya and the Last Dragon (2021)

"It may feel impossible, but sometimes, you just have to take the first step, even before you're ready."

Indonesia bersama sepuluh negara Asia Tenggara lainnya disebut menjadi inspirasi bagi dunia fantasi di film ini, bernama Kumandra yang dilindungi oleh para naga. Ini menarik karena untuk pertama kalinya Disney menggunakan Asia Tenggara sebagai latar bagi fictional land di dalam cerita film animasi mereka. Lantas apakah hal itu juga menjadi pertanda akan ada pendekatan yang berbeda dan lebih segar terhadap kisah yang kembali menggunakan setting klasik Disney tersebut, yakni seorang putri raja yang bertarung dan menyelesaikan masalah? Dari segi visual template Disney kembali beraksi, dan dari segi cerita ternyata juga sama. ‘Raya and the Last Dragon’ : another Disney’s magic with their tried-and-tested ingredients.