Movie Review: Blackbird (2019)

“You're here now, but tomorrow, you'll be dead. And we know.”

Mungkin akan terkesan aneh tapi di dunia ini eksis konsep yang mendasari bahwa manusia berhak mengakhiri hidupnya dengan menjalani eutanasia secara sukarela. Namanya hak untuk mati. Jika dipikir secara logika pasti akan terkesan aneh tapi jika ditelisik lebih jauh maka akan muncul perdebatan yang menarik. Hak tersebut tadi legal di beberapa negara seperti Australia, Belgia, Belanda, dan Kanada. Film ini mencoba menggunakan konsep tersebut sebagai kerangka utama cerita bagi berbagai isu dan pesan yang lebih luas dari sekedar praktik pencabutan nyawa manusia. ‘Blackbird’ : a quite meaningful and comprehensible drama.


Blogger Tricks

TV Series Review: Start-Up - Part 1


“Pursuing profits in the early stage of a business is like drinking  seawater.”

Menjadi Korea's Steve Jobs merupakan mimpi seorang wanita muda yang sedang mencoba mencari jalan untuk memulai usahanya, keterbatasan finansial membuat start-up menjadi solusi paling menarik baginya. Sedangkan di tempat lain seorang pria pintar sedang merintis teknologi AI yang sedang ia bangun bersama temannya, namun mereka kesulitan menciptakan produk yang sempurna karena tidak punya sokongan dana yang kuat. Impian mereka menemukan titik terang ketika bertemu dua sosok yang telah sukses di bidang investasi dan juga start-up, walau sejarah di masa lalu mereka juga ikut muncul dan menjadi rintangan.  


TV Series Review: Alice - Part 4


“They call them parallel universes. A world in another dimension where another version of me exists.”

Seorang wanita meninggalkan tahun 2050 dan menuju tahun 1992 untuk mencari sebuah buku yang dapat mengancam eksistensi time travelling. Tapi ia memutuskan untuk tidak kembali dan kemudian melahirkan seorang anak laki-laki. Keputusan itu membuatnya harus terpisah dengan sang anak, sosok yang kemudian ketika telah dewasa memutuskan untuk menjadi seorang Polisi untuk menemukan jawaban atas kematian sang Ibu. Menariknya dalam proses pencarian tersebut sang anak justru bertemu sosok wanita lain yang sangat mirip dengan Ibunya.

Movie Review: Deliver Us from Evil (2020)

“You’ll die in my hands if you keep chasing me.”

Ketika berbicara tentang dunia kriminal berisikan penjahat dalam wujud gangster maka kesan kejam dan mengerikan menjadi dua hal yang terpatri di pikiran kita sebagai penonton. Darah di mana-mana, tembakan peluru hingga sayatan pisau dan juga pedang yang seolah tanpa pandang bulu melibas mangsa yang telah diincar. Menggunakan konsep hukum pembalasan an eye for an eye and a tooth for a tooth film ini mencoba mengulik kehidupan dunia hitam para pemain di dunia kriminal itu namun tentu saja dengan sentuhan a la film-film Korea Selatan, yaitu bersama dengan permainan emosi di dalamnya. ‘Deliver Us from Evil’ : a hollow sorrow with a lot of blow.


TV Series Review: My Dangerous Wife - Part 2



“My tears were to mourn my death. Now, it's my husband's turn to cry."

You don't know what you've got 'til it's gone. Seorang pria yang sudah merasa tidak nyaman dalam menjalani hubungan pernikahannya mencoba menyusun rencana keji bersama dengan selingkuhannya. Mereka ingin mendapatkan uang tapi dengan cara membunuh istri dari pria tersebut. Celakanya ketika rencana itu hendak dieksekusi istri dari pria tersebut tiba-tiba menghilang tanpa jejak dan menciptakan kehebohan di seluruh penjuru kota. Tapi kejutan lain menghampiri pria tersebut karena kini ia juga menjadi sorotan, ia dicurigai menjadi dalang di balik menghilangnya sang istri.


TV Series Review: Record of Youth - Part 6


“When I grow up, I'll earn a lot of money, so Mother can live comfortably.”

Wajahnya memang tampan tapi seorang pria yang berprofesi sebagai model terus menerus bertemu kegagalan dalam audisi yang ia jalani untuk menjadi sebagai seorang aktor, mimpi terbesar miliknya yang kini berada di ambang batas. Suatu ketika ia bertemu dengan seorang wanita yang berprofesi sebagai make-up artist, dan mereka menjalin hubungan pertemanan sembari bersama-sama mengejar mimpi mereka masing-masing di bidang modelling. Wanita tersebut sangat terkejut karena kini ia berteman dengan si pria, sosok yang sebelumnya hanya dapat "menemani" dirinya dengan sebatas menjadi wallpaper di handphonenya.

Movie Review: #Alive (2020)

"You must survive. You must survive!"

Ketika penyebaran virus Covid-19 sedang merajalela kamu diminta untuk tetap di rumah saja dan tentu ada sesuatu di dalam hidupmu yang terasa hilang, dan tidak semua orang mampu menangani hal tersebut. Tidak hanya tentang makanan saja, rasa bosan perlahan mungkin mulai timbul sedangkan jika tidak dijaga dengan baik kesehatan fisik dan juga mental juga bisa menjadi semakin buruk. Tekanan dan gejolak fisik dan psikis semacam itu yang coba diceritakan oleh film ini namun tidak menggunakan Covid-19 melainkan sesuatu yang mungkin jauh lebih menyeramkan, yaitu wabah zombie yang menyebar dengan cepat. ‘#Alive’ : a basic Korean zombie flick.


Movie Review: Enola Holmes (2020)


“My life is my own. And the future is up to us.”

Enola ini siapanya Sherlock Holmes? Di film ini sosok Enola diceritakan sebagai adik perempuan dari Mycroft Holmes dan tentu saja detektif terkenal, Sherlock Holmes. Apakah akan sama seperti apa yang dilakukan oleh kakak laki-lakinya tersebut? Ya, secara garis besar memang seperti itu, penonton dibawa untuk masuk ke dalam petualangan hidup Enola yang dihadapkan pada sebuah misteri, namun menariknya alih-alih terlalu menaruh fokus pada misteri spotlight ternyata juga diarahkan pada satu hal yang menarik lainnya, yaitu sebuah kisah coming-of-age yang mengusung isu tentang women empowerment dengan cara yang ringan & riang. 'Enola Holmes' : a cheerful and catchy (and a bit lazy) journey about Sherlock Holmes's charming sister.


Movie Review: Peninsula (2020)


“We need to get out of here. Forget about the zombies!”

Wabah zombie tiba-tiba meledak ketika kamu sedang berada di dalam perjalanan keluar kota menggunakan kereta, terkurung di sana sembari berpacu dengan waktu karena dipaksa mempertahankan hidupmu dari kejaran para zombie yang bergerak liar dan brutal. Sebagai premis saja itu sudah terasa menarik sehingga tidak heran jika empat tahun lalu Train to Busan berhasil membuat banyak penonton terkesima dengan thrill yang ia sajikan sebagai sebuah action horror. Film ini bercerita tentang apa yang terjadi pasca zombie apocalypse empat tahun lalu itu, masih tampil sebagai action horror namun dengan pendekatan yang berbeda. Train to Busan 2? ‘Peninsula (Bando)’ : a dynamic but too generic action horror.