21 June 2015

Review: Doraemon: Nobita's Space Heroes [2015]


Tentu saja ada alasan mengapa Doraemon dipilih menjadi karakter kartun paling favorit di Jepan sana, karena sosok robot kucing yang datang dari masa depan ini seperti sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat disana, tidak peduli berada di golongan usia mana mereka. Sama halnya di Indonesia, setiap hari minggu bersama Nobita ia menghiasi layar televisi kita. Nah, seperti itulah rasa yang diberikan oleh Doraemon: Nobita's Space Heroes, setelah Stand by Me Doraemon dengan tampilan 3D apa yang diberikan film terbarunya ini tidak lebih seperti pengalaman menyaksikan film doraemon yang sudah sangat familiar itu.

Shizuka Minamoto (Yumi Kakazu), Doraemon (Wasabi Mizuta), Nobita Nobi (Megumi Ohara), Gian (Subaru Kimura), dan Suneo Honekawa (Tomokazu Seki) suatu hari sedang asyik melakukan shooting untuk film dimana mereka berperan sebagai pahlawan ruang angkasa. Namun tiba-tiba muncul seorang anak bernama Aron (Marina Inoue) yang mengatakan bahwa sedang ada alien yang datang menyerang planetnya. Doraemon dan teman-temannya memutuskan untuk membantu Aron dan berubah menjadi superhero sesungguhnya, namun ternyata apa yang mereka harus hadapi tidak semudah yang mereka bayangkan. 


Mengemban tugas sebagai film untuk merayakan ulang tahun ke-35 Doraemon, apa yang diberikan oleh Doraemon: Nobita's Space Heroes ternyata tidak special. Bukan berarti Doraemon: Nobita's Space Heroes merupakan sebuah kemasan yang buruk, ia bahkan masih akan memberikan kamu apa yang kamu harapkan dari sebuah film Doraemon, yang faktanya hadir setiap tahun di Jepang sana. Adegan lucu masih jadi jualan utamanya, menggunakan “sistem” yang sudah kita kenal bersama dari Gian dengan aksi penuh energi hingga Nobita dengan tingkah canggung serta sikap manja kepada Doraemon. Formula itu masih berhasil mengubah sinopsis sederhana menjadi sajian yang mengundang senyuman, bahkan tawa, tapi rasa yang familiar itu mungkin akan menjadikan film ini tidak begitu special, terutama bagi penonton di luar Jepang.



Ya, kita tahu Stand by Me Doraemon merupakan hits yang sangat besar tahun lalu, bukan hanya di Jepang sana tapi juga di Indonesia. Ada alasan di balik pencapaian tersebut, karena ia mengikutsertakan tag “perpisahan” didalamnya, film terakhir Doraemon. Hasilnya memang mengagumkan, ada emosi yang kuat dibalik cerita yang sesungguhnya masih tampil dengan pakem yang sama, dan itu semakin lengkap dengan tampilan 3D yang ia gunakan. Dua hal tersebut yang menyebabkan Doraemon: Nobita And The Space Heroes tidak terasa sama special dengan Stand by Me Doraemon, ia tidak punya garis finish yang besar dan membuat kita semakin hanyut lebih dalam ketika menantikan ia tiba, lebih terasa seperti aksi hangout bersama teman-teman yang sudah begitu lama kita kenal dan kita sayangi.



Apakah sangat standard? Tergantung bagaimana cara kamu menikmati film Doraemon. Point menarik disini adalah Doraemon: Nobita's Space Heroes sama seperti film-film Doraemon sebelum Stand by Me Doraemon, ada alur dengan gerak yang cepat namun tetap mampu membuat penonton naik dan turun dengan halus, begitupula lelucon-lelucon hafalan yang kembali berhasil mengundang tawa hadir di wajah penontonnya. Yang terpenting disini adalah karena fokus kini tidak lagi begitu berat diantara Nobita dan Doraemon, fokus pada sebuah tim menjadikan ruang dan kesempatan hadirnya adegan lucu semakin besar dan variatif, hal yang tidak ditemukan pada sisi visual dimana mereka masih disajikan dengan kualitas di level yang sama.



Doraemon: Nobita's Space Heroes merupakan sebuah hiburan ringan yang menarik, dan akan semakin menarik jika kamu datang dengan ekspektasi untuk menyaksikan film Doraemon yang selama ini kamu kenal, dipenuhi adegan lucu yang ringan dengan alur cerita yang sederhana, bukannya datang dengan mengharapakan penggambaran yang indah dalam bentuk 3D di elemen visual yang kemudian di temani oleh alur cerita dengan emosi yang mencengkeram. Familiar tapi tetap menghibur, meskipun tidak special.








1 comment :