04 July 2021

Movie Review: No Sudden Move (2021)

“Reach for the moon!”

Tidak pernah mudah untuk merasa puas adalah kodrat manusia dan sikap tersebut sebenarnya memiliki sisi positif pula, yakni meraih lebih jika memang ada peluang. Tidak ada yang salah jika eksekusinya tidak salah. Hal tersebut menjadi fokus utama film ini, karya terbaru dari Sutradara Steven Soderbergh yang berkisah tentang pencurian sebuah dokumen yang tampak sederhana justru membawa dua orang pria masuk ke dalam bencana. ‘No Sudden Move’ : a calculated and captivating crime caper chess play.


Curt Goynes (Don Cheadle) baru saja bebas dari penjara dan mencoba mendapatkan uang sebesar US$ 5000. Dibantu Jimmy (Craig Grant) dia kemudian bertemu Doug Jones (Brendan Fraser) yang akan membayar Curt jika dirinya mau “babysit” para tawanan selama tiga jam. Korbannya adalah pasangan Matt Wertz (David Harbour) dan Mary (Amy Seimetz) di mana Matt akan mereka minta untuk mencuri dokumen penting perusahaannya. Curt tidak sendirian, ia berada di satu tim dengan Charley (Kieran Culkin) dan Ronald Russo (Benicio del Toro).

Tapi celakanya rencana mereka tidak berjalan mulus, terjadi pertumpahan darah yang membuat Detective Joe Finney (Jon Hamm) memulai penyelidikan. Masalah lain juga muncul ketika Curt dan Ronald sadar ada peluang bagi mereka untuk meraih keuntungan yang lebih besar dari jatah atau bagian awal yang dijanjikan kepada mereka. Dokumen tersebut kemudian mereka gunakan untuk menciptakan sebuah skema yang melibatkan dua orang boss mafia, Frank Capelli (Ray Liotta) dan Aldrich Watkins (Bill Duke).

Ketika menyaksikan film ini ada perasaan “ringan” yang saya rasakan sejak awal dan terus eksis hingga akhir, bagaimana judul yang digunakan benar-benar menjadi representasi dari teknik bercerita yang diterapkan oleh Sutradara Steven Soderbergh di sini. Tapi di balik itu mari bahas terlebih dahulu kualitas script yang digarap oleh Ed Solomon, dari cara ia membentuk satu masalah sederhana dengan menggunakan tiga orang pria, lalu kemudian membawamu melihat permasalahan rumah tangga lengkap dengan bumbu perselingkuhan, hingga kemudian bertemu satu kasus yang berisikan rencana licik dari beberapa perusahaan besar di Amerika Serikat.


Tidak ada bagian di film ini di mana cerita terasa kosong atau hambar, Ed Solomon benar-benar menciptakan begitu banyak ruang bagi masing-masing karakter untuk dapat menampilkan permasalahan yang harus mereka atasi. Ini tidak melulu tentang Curt dan Ronald, fokus memang terkunci pada mereka tapi karakter lain di sekitar mereka juga berhasil membuat saya merasa penasaran dengan kelanjutan dari nasib mereka. Ed Solomon juga membekali tiap karakter dengan karakterisasi yang terasa oke tanpa mencoba mendorong terlalu jauh demi eksplotasi yang berlebihan. Hal itu ditangani dengan baik oleh Steven Soderbergh, tentu dengan signature miliknya.

Sama seperti Curt dan Ronald di mana awalnya saya merasa ini adalah kisah tentang pencurian sebuah dokumen penting, buku yang mungkin di balik stasus rahasianya itu bersifat penting karena mengandung kode rahasia. Fokus saya diarahkan ke sana hingga terjadi pergeseran konflik yang membuat tersadar bahwa hidangan utama di sini justru terletak pada permainan licik penuh hawa nafsu milik karakter. Isu "tidak pernah mudah merasa puas" diekplorasi dengan baik di sini, Curt dan juga Ronald mencoba untuk “bertumbuh” dengan mengubah rencana awal mereka demi dapat meraih jangkauan hasil yang lebih besar. Yang belum tentu maksimal karena ada resiko besar di sana.


Dan hal tersebut ditampilkan dengan daya magis yang kuat oleh Steven Soderbergh. Seperti yang saya sebut di awal tadi bahwa narasi di sini terasa ringan, ini bukan sebuah crime caper yang dijejali dengan action oktan tinggi. Justru sebaliknya, kamu dibawa menyaksikan runtuhnya para manusia yang tidak mampu menata keinginan dan hawa nafsu mereka. Jalinan antar masalah diurai secara perlahan sedang momen disclosure tampil layaknya domino penuh dengan kejutan yang juga terasa ringan. Ini dipenuhi saling sikut, weak links, overreach, hingga outplayed, semua disajikan oleh Soderbergh dengan narasi yang konsisten menggoda rasa penasaran penonton.

Di film ini Steven Soderbergh seperti sedang bermain catur, mendorong karakter dan plot ke dalam sebuah jalinan rumit yang bermain dengan informasi, ketegangan dipicu tapi kecepatan atau ritme narasi terasa halus, begitupula dengan misteri yang dijaga meskipun kamu melihat karakter menjalankan aksi mereka secara terbuka. It’s play for fun tapi tetap terkendali, terasa ringan tapi mature di tengah tampilan sederhana yang tiap kepingan puzzle itu punya, sebuah style yang juga dapat kamu lihat di elemen teknis seperti design, costume, hingga make-up, mereka understated dan dipoles dengan sangat baik. Begitupula dengan cinematography dan editing.


Steven Soderbergh menjadi juru utama di dua hal terakhir tadi dan kembali sukses menghadirkan kesan dinamis yang manis dan semangat yang memikat. Penggunaan sudut lebar pada gambar selalu mencuri atensi sedang editing piawai memadukan elemen drama, crime, dan sedikit komedi dengan sangat efisien. Last but not least tentu saja kinerja para aktor, Don Cheadle dan Benicio del Toro menjadi semacam jangkar utama yang terasa kokoh, David Harbour, Jon Hamm, Amy Seimetz dan Ray Liotta adalah pion yang oke sedangkan Matt Damon berhasil memberikan kejutan di kesempatan terbatas yang ia punya lewat karakter Mike Lowen.

Overall, ‘No Sudden Move’ adalah film yang memuaskan. Berawal dari permasalahan sederhana untuk kemudian berkembang menjadi jalinan konflik rumit di mana hawa nafsu karakter diuji, ‘No Sudden Move’ merupakan sebuah permainan catur di mana setiap buah catur mencoba saling mengalahkan menggunakan kemampuan mereka masing-masing. Tampil ringan dan compact bersama fokus utama yang kuat serta konsisten menggoda rasa penasaran penontonnya, crime caper ini pada dasarnya play for fun tapi terasa punchy karena ditangani dengan sangat baik oleh Soderbergh dengan signature miliknya, dan tentu saja tanpa adanya satupun gerakan yang terasa terburu-buru. Calculated and captivating.








1 comment :