17 September 2016

Special Review: Infinite Company (2016)


Selain K-pop, film, dan tv-series (K-drama), Korea Selatan juga terkenal dengan variety show yang mereka miliki, berbagai kemudahan yang telah disediakan oleh internet jumlahnya kini terus membesar seperti wabah zombie di Train to Busan. International Fans tentu tidak asing lagi dengan Running Man’, ‘Weekly Idol, atau berbagai variety show yang ditayangkan oleh KBS World, namun jika harus memilih variety show Korea dengan kualitas paling konsisten berada di papan atas maka Infinite Challenge (Muhan Dojeon) adalah jawabannya, di bawah komando Yoo Jae-suk kini telah berjalan lebih dari 10 tahun. Infinite Company (Muhan Company) 2016: when Misaeng, Signal, and The Wailing meets Infinite Challenge.

Yoo Jae-suk merupakan pemimpin sebuah sales team yang stress dengan pekerjaannya, memimpin tim beranggotakan Park Myeong-su, Jeong Jun-ha, Haha, dan Hwang Kwanghee yang selalu berada di papan bawah dalam pencapaian rekor penjualan di perusahaan yang dipimpin oleh Kwon Ji-yong (G-Dragon) tersebut. Suatu ketika Yoo Jae-suk mendapat hadiah berupa music box buatan Jepang dari salah satu kolega di perusahaan namun celakanya benda tersebut justru membawa Yoo Jae-suk masuk ke dalam sebuah bencana, hal yang sebelumnya juga dialami oleh rekan pekerja lain yang mendapat hadiah yang sama. Merasa ada yang ganjil Jeong Jun-ha dan Haha mencoba menyelidiki music box tersebut dan target mereka jatuh pada seorang pria asal Jepang, Mister Maki (Kunimura Jun).  


Infinite Company (Muhan Company/무한상사) merupakan salah satu segment yang dimiliki oleh ‘Infinite Challenge’ dan cukup mengejutkan mendapati kali ini Kim Tae-ho dan tim di belakangnya mencoba menciptakan sebuah gebrakan yang berani dalam skala besar. Ketimbang bermain dalam bentuk skit seperti yang kerap mereka lakukan sebelumnya kali ini Muhan Company mencoba tampil dalam bentuk sebuah film, dan kejutan tidak berhenti di sana. Dari proses pembuatan film yang telah dihadirkan di beberapa episode sebelum pada akhirnya 'Muhan Company 2016' officially hadir cukup mengejutkan mendapati bahwa segment ini telah tumbuh menjadi sebuah project skala besar, bahkan dapat dikatakan ini telah menyerupai sebuah film action mystery yang mencoba tampil a la blockbuster. Jika menilik kualitas penyutradaraan dari Jang Hang-joon serta script yang begitu manis dari Kim Eun-hee (Signal) 'Muhan Company 2016' bahkan cukup layak untuk ditayangkan di bioskop di Korea sana. 


Nama terakhir dapat dikatakan menjadi kunci sukses dari kemampuan 'Muhan Company 2016' menjadi sebuah hiburan yang menghibur. Dari beberapa k-drama yang ia tulis Kim Eun-hee punya semacam ciri khas yang membuat kisah yang ia susun selalu sukses menciptakan feel engaging yang memikat, ia piawai dalam menciptakan sebuah hidden truth lalu kemudian menyembunyikannya di dalam misteri dengan berbagai kasus di sekelilingnya. Yang menarik sama seperti yang ia lakukan di ‘Signal’ di sini Kim Eun-hee kembali menciptakan berbagai belokan atau liku-liku di dalam cerita, ketika penonton yang telah merasa terlibat dan mencoba mencari tahu jawaban atas misteri merasa mereka telah semakin dekat dengan apa yang mereka cari kemudian muncul tikungan mengejutkan. Hal tersebut terasa manis karena di sisi lain cerita juga berhasil membuat penonton tidak berhenti menaruh rasa ragu atau curiga pada setiap karakter meskipun ketika sebuah pengungkapan itu telah hadir. Oh, maybe Kwanghee is the real “mastermind”? 


Hal tersebut adalah alasan mengapa di awal dikatakan bahwa Muhan Company 2016 terasa seperti Misaeng, Signal, dan The Wailing bertemu dengan Infinite Challenge, karena cerita yang dimiliki 'Muhan Company 2016' merupakan kombinasi dari empat elemen tadi yang dieksekusi dengan baik oleh Jang Hang-joon. Dari pondasi awal sebuah team sales yang ikut melibatkan Kim Hee-won sebagai salah satu pion di dalam cerita, kemudian masukan unsur detektif yang membawa Lee Je-hoon dan Kim Hye-soo menyapa penontonnya, berikan sentuhan misteri lewat Kunimura Jun (that ‘The Wailing’ girl seriously nailed it!), dan balut mereka bersama kekonyolan yang menjadi ciri khas Infinite Challenge. Kejutan lainnya adalah kinerja akting dari cast Infinite Challenge dapat dikatakan cukup impresif. Real aktor tampil sesuai dengan kualitas yang penonton kenal selama ini namun Yoo Jae-suk, Jeong Jun-ha, dan Haha secara mengejutkan mampu membawa penonton terus merasa tertarik dengan apa yang akan karakter mereka lakukan selanjutnya, sama seperti G-Dragon yang ternyata tidak sekedar menjadi cameo singkat saja. We miss you Jung Hyeong-don! 


Dari berbagai project yang Infinite Challenge lakukan selama ini ‘Muhan Company 2016’ merupakan salah satu project terbaik mereka, sebuah tv-movie yang tidak hanya berhasil mewujudkan ambisi besar yang mereka miliki namun kembali membuktikan dan juga menjadi alasan mengapa mereka tetap salah satu variety show Korea yang konsisten berada di papan atas. Memiliki script yang menarik dan mengikat penonton dengan feel dan atmosfir cerita yang menarik dan kemudian divisualisasikan dengan baik oleh sutradara, elemen teknis seperti cinematography dan editing dengan kualitas yang tidak sembarangan, serta kinerja akting yang memikat dari real actor serta cukup mumpuni dari member Infinite Challenge, ‘Muhan Company 2016’ merupakan sebuah sajian action, mystery, dengan sedikit sentuhan comedy dan thriller yang surprisingly fun and charming. Well done Mudo. 












3 comments :

  1. kyaaak aku belum nonton part 2nya wkwk behind the scenenya lucu abis tapi ya salut bener sama aktingnya Yoo jae sook gila bener ajeossi satu ini talentanya beliau itu buanyak dan selalu total. True entertainer :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, dan untung saja screenwriter menaruh fokus pada YJS karena dia mampu mengemban tugasnya di unsur drama cerita dengan baik. :)

      Delete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete