25 February 2016

Review: Triple 9 [2016]


"A deadly heist needs a killer distraction."

Sutradara John Hillcoat punya cara main yang unik, dari The Proposition dan Lawless semua mencoba mendorong sisi brutal ke panggung utama untuk mencuri perhatian penonton tapi di sisi lain Hillcoat juga menjaga agar kebrutalan itu terasa kering. Hal tersebut ia lakukan kembali di crime thriller penuh cast ternama ini, namun seperti judulnya yang merupakan kode dengan arti “officer needs help” itu Triple 9 ternyata tampil seperti sebuah rapat dengan agenda yang menarik namun berjalan dengan fokus yang lemah dan kemudian kehilangan arah. 

Untuk membebaskan suaminya yang seorang bos mafia Rusia, Irina Vlaslov (Kate Winslet) harus memiliki sebuah dokumen yang di simpan di dalam lemari besi di FBI, Atlanta. Cara yang Irina tempuh adalah dengan "memeras" sekelompok polisi korup yang terdiri dari Marcus Atwood (Anthony Mackie), Michael Belmont (Chiwetel Ejiofor), Gabe Welch (Aaron Paul), Russel Welch (Norman Reedus), dan Jorge Rodriguez (Clifton Collins, Jr.) untuk melakukan sebuah perampokan yang sulit itu. Untuk melindungi rencana tersebut mereka berencana untuk menyerang perwira bernama Chris Allen (Casey Affleck) untuk mengalihkan perhatian Detektif Jeffrey Allen (Woody Harrelson) dan kepolisian dari rencana utama mereka. 



Dari sinopsis yang tampak menjanjikan lalu kemudian menilik jajaran cast yang ia miliki, cukup mengejutkan betapa “biasa” hasil akhir yang diberikan oleh John Hillcoat di sini. Bahkan terlalu biasa. Kisah yang mengambil dasar dari kode 999 yang merupakan kode bagi polisi ketika sedang membutuhkan bantuan darurat ini memang tidak buruk, namun ketimbang memberikan sebuah thriller dengan aksi kejahatan yang menegangkan Triple 9 lebih terasa seperti sebuah drama yang bingung dalam memanfaatkan materi berlimpah yang ia miliki. Chris Allen bukan hanya target di cerita, ia punya plot lain yang menambah kompleksitas cerita yang terasa luas tapi kurang berhasil diolah dengan pas oleh John Hillcoat sehingga terasa sesak untuk mencapai tujuan utamanya.



Tidak perlu waktu lama kamu akan mengerti tujuan utama cerita Triple 9, tipikal crime thriller pada umumnya, tapi kisah kotor yang akrab itu ternyata dieksekusi dengan cara yang terlalu akrab juga. Sering kali Triple 9 terlihat bingung ingin menjadi apa, menjadi thriller ia tidak berhasil menjaga tensi cerita untuk terus berada di oktan tinggi, menjadi sebuah drama tentang polisi ia juga terasa nanggung. Narasi terlalu sibuk untuk menjaga semangat dari konflik agar terlihat mengerikan sehingga gerak sporadis dan bombastis jadi pilihan utama. Memang ada dampak positif, adegan perampokan dan kejar-mengejar dengan aksi tembak tampil manis, permainan atmosfer di beberapa titik juga indah, tapi kehadiran mereka tidak memberikan impact positif bagi cerita.



Elemen action di sini lebih terasa seperti pengalih perhatian penonton dari betapa lemahnya script dan tidak padatnya eksekusi John Hillcoat. Ketegangan memang banyak tapi mayoritas seperti tidak hidup. Plot terasa datar dan karakter terasa terlalu biasa, mondar-mandir dalam gerak cepat bersama konflik yang kompleks Triple 9 tidak punya banyak ruang bagi karakter dan cerita untuk tumbuh dan mencengkeram penonton. Ambil contoh karakter, motif dan semangat mereka tidak kuat dan sering tersesat, karakterisasi terlalu biasa, mereka juga gagal menampilkan emosi yang membuat penonton sangat peduli dengan eksistensi mereka di dalam cerita. Lalu cerita di mana alur terasa tidak tersusun dengan pas, jahitan antar tiap scene sering terasa kasar dan fokus berantakan walaupun memang ini minor terlebih dengan gerak cepat itu potensinya kecil untuk mengganggu banyak penonton.



Dengan berbagai kelemahan tadi bukan berarti Triple 9 tidak memiliki nilai positif, ia punya walaupun memang kapasitasnya kecil. Pertanyaan utama mampu mengunci minat menonton dan walaupun cerita monoton kearah membosankan saya jamin kamu tidak akan tertidur. Karena apa? Triple 9 punya sinematografi yang oke dan membuat adegan pencurian tampak keren, score juga sama baiknya. Kinerja cast juga menarik, dengan bahan yang “tipis” seperti itu mereka sanggup membuat karakter masing-masing berada di level oke walaupun kembali lagi tidak ada emosi yang mumpuni. Harrelson, Affleck, dan Ejiofor merupakan yang paling oke, sedangkan Kate Winslet membuat Irina Vlaslov yang seharusnya tampak menakutkan justru terlihat konyol.



Triple 9 adalah disjointed crime thriller, sebuah generic thriller yang memiliki potongan-potongan adegan yang tidak buruk namun ketika digabungkan menjadi sebuah cerita yang bergerak cepat mereka terasa terlalu penuh sesak dan kaku. Meskipun memiliki kinerja dari cast serta beberapa action sequence yang oke Triple 9 tidak pernah mampu memberikan punch yang kuat di cerita akibat script yang jelek, ketegangan sering hilang dan datang akibat alur yang bergerak mondar-mandir itu melangkah dengan rasa ragu serta drama kriminal yang juga terasa lemah. Powerless thriller. Ekspektasi? Silahkan. Segmented.











Thanks to: rory pinem

0 komentar :

Post a Comment