18 June 2012

Movie Review: The Secret World of Arrietty (2010)


Arrietty (Mirai Shida), gadis berusia 14 tahun, bersama kedua orang tuanya, Pod (Tomokazu Miura) dan Holmily (Shinobu Ohtake), tinggal dibawah rumah seorang wanita tua bernama Sadako Maki (Keiko Takeshita). Arrietty dan kedua orang tuanya merupakan Little People, yang hanya memiliki tinggi sekitar 4 inchi. Little People tidak boleh terlihat oleh manusia biasa. Celakanya, Shō (Ryunosuke Kamiki), keponakan Sadako yang berkunjung dalam rangka mencari suasana tenang sebelum operasi hati, melihat Arrietty.

Arrietty dan keluarganya merupakan The Borrowers, dimana mereka mengambil segala kebutuhan sehari-hari dari kediaman Sadako, tentu saja tanpa diketahui oleh Sadako. Keluarga besar Sadako sendiri percaya akan keberadaan Little People dibawah rumah mereka. Ini terbukti dari rumah boneka yang dimiliki oleh ibu Shō. Ini pula yang menjadikan Haru (Kirin Kiki) sangat bersemangat untuk membuktikan keberadaan Little People.


Film ini disutradarai oleh Hiromasa Yonebayashi, animator film animasi pemenang Oscar 2003, Spirited Away. Tapi yang menjadikan film ini mendapat perhatian lebih adalah Hayao Miyazaki, animator terkenal yang mengendalikan Spirited Away. Ceritanya sendiri diangkat dari novel "The Borrowers" karya Mary Norton. Seperti film animasi khas Jepang, The Secret World of Arrietty menyajikan perpaduan warna yang lembut. Dibantu dengan visual yang sangat detail, selama 94 menit mata anda akan sangat dimanjakan.

Meskipun berdasarkan dari sebuah novel, namun Hayao Miyazaki berhasil menjaga agar tidak ada cerita yang tertinggal, menciptakan cerita yang tidak melupakan detail sampai yang terkecil sekalipun. Cerita yang saling berkaitan satu dengan yang lain, dari peniti yang Arrietty temukan ketika first borrowing, hingga penyakit hati yang menyebabkan Shō tidak dapat berlari terlalu kencang, memberikan film ini paket cerita yang sangat kuat, tidak membingungkan,

Pengisi suara sendiri saya rasa bermain sangat baik, dari karakter utama hingga karakter pendukung seperti Haru. Yang dominan mungkin dua karakter utama, Arrietty dan Shō. Selain keduanya, karakter yang berhasil menjadikan film ini tetap ceria adalah ibu Arrietty, Homily. Homily yang sejak awal menunjukkan bahwa ia karakter yang harus diperhatikan sepanjang film, menyuntikkan humor dengan gaya histeris, dan selalu tidak tenang dalam menghadapi masalah. Begitupula dengan Haru, dengan rasa penasarannya yang besar akan eksistensi Little People.


Overall, The Secret World of Arrietty adalah film animasi yang sangat memuaskan. Cerita yang kuat, percampuran rasa senang, sedih, dan tegang yang sangat tepat. Permainan warna yang lembut dan memanjakan mata, menjaga rasa bosan terus jauh selama anda mengikuti petualangan yang menarik sejak awal hingga akhir. Ditambah cerita yang tidak mudah ditebak, karena hubungan yang tercipta antara Arrietty dan Shō, serta keberadaan rumah boneka milik ibu Shō. Animasi yang klasik, dengan cerita yang sederhana tapi menarik,  serta musik yang tepat. Sebuah karya Studio Ghibli yang memukau. 

Score: 8/10

0 komentar :

Post a Comment