04 February 2020

Movie Review: Knives Out (2019)


“It's a weird case from the start. A case with a hole in the center. A donut.”

Setelah berhasil mengemas kisah petualangan luar angkasa yang melegenda itu, Star Wars, menjadi sebuah opera dengan berbagai kejutan manis di dalam cerita, kini sutradara Rian Johnson (Looper, Star Wars: The Last Jedi) mencoba membawa penonton ke dalam sebuah drama misteri yang kembali ia kemas dengan berbagai kejutan menarik, membawa penonton bertanya-tanya sedari awal hingga akhir cerita. ‘Knives Out: a slick and neat classic whodunit.’

Seorang novelis bernama Harlan Thrombey (Christopher Plummer) sedang merayakan ulang tahunnya yang ke 85 tahun. Namun sama seperti tema cerita favoritnya, yaitu kejahatan, acara tersebut justru menjadi awal mula lahirnya sebuah kasus kriminal. Sepanjang acara ulang tahunnya Harlan beradu argumen dengan beberapa anggota keluarganya, dari tentang bisnis, kemudian harta, hingga tentang tahta.

Namun suatu tragedi menimpa Harlan. Anak perempuan Harlan, Linda (Jamie Lee Curtis) dan suaminya Richard (Don Johnson), anak laki-laki Harlan, Walt (Michael Shannon), menantu perempuannya Joni (Toni Collette), dan cucunya Ransom (Chris Evans), mereka semuanya menjadi tersangka. Hal tersebut mengundang detektif ternama, Benoit Blanc (Daniel Craig), yang menggunakan perawat Harlan, Marta (Ana de Armas) untuk membuktikan dugaannya, bahwa ada foul play di dalam tragedi tersebut.


Berbeda dengan apa yang ia miliki di Star Wars: The Last Jedi yang dipenuhi dengan berbagai “legacy” yang harus diramu dengan sangat hati-hati, di film ini Rian Johnson memiliki sebuah arena bermain kosong yang bebas ia pergunakan. Dan itu Rian Johnson gunakan dengan sangat baik, menempatkan “whodunit” sebagai spotlight penonton ia bawa menyaksikan upaya memecahkan misteri yang diracik untuk terasa rumit namun dinamis. Ya, dinamis, hal tersebut membuat cerita yang berputar di dalam satu lokasi dan dipenuhi alur cerita maju dan mundur ini berhasil tampil menjadi sebuah puzzle yang menarik.

Siapa tersangka utamanya? Apakah ada konspirasi di dalam tragedi tersebut? Rian Johnson sudah meletakkan sebuah pondasi yang sangat kuat di awal cerita, menunjukkan bahwa The Thrombey merupakan sebuah keluarga yang tidak sehat, berhasil membuat penonton dengan mudah menilai bahwa masing-masing karakter hadir di acara ulang tahun tersebut dengan membawa niat terselubung. Ya, karakteristik dari masing-masing karakter membuat penonton mempertanyakan eksistensi mereka di dalam cerita, dari sekedar raut wajah dan tatapan mata hingga kebiasaan unik yang dimiliki Marta, ia akan muntah jika berbohong.


Dari sana kemudian dibangun kisah penyelidikan detektif ala Agatha Christie, memasukkan seorang detektif berperawakan tenang untuk menjadi pemimpin penonton dalam merangkai berbagai benang cerita. Hukum sebab akibat dikemas dengan rapat oleh Rian Johnson, terasa padat ketika mengurai masalah namun saat proses investigasi itu bertemu dengan berbagai kejutan efek punch yang dihasilkan juga terasa sangat kuat. Itu adalah kunci kesuksesan film ini, sebuah kisah misteri yang sebenarnya klasik namun sukses bergerak dinamis dengan menghadirkan berbagai punch yang manis berkat berbagai plot twist di dalam cerita. Knives Out terasa penuh warna.

Ya, terasa penuh warna, Rian Johnson berhasil mencampur berbagai elemen menjadi satu dan padu, sebuah puzzle yang tampak “scary” tapi di berbagai sektor cerita justru kerap terasa lucu. Sektor teknis juga terasa mumpuni, dari production design yang manis (that "wheel of knives" tho), cinematography yang bergerak cair seperti cerita, hingga atmosfir cerita yang naik turun dengan sangat efektif berkat score dari Nathan Johnson. Rian Johnson juga terbantu kinerja cast yang sangat baik, kesempatan dan “senjata” yang ia berikan digunakan oleh masing-masing dengan sangat baik ketika waktu yang mereka miliki tiba. Excellent cast.




Overall, Knives Out adalah film yang sangat memuaskan. Tampak rumit tapi sebenarnya Knives Out merupakan sebuah kisah murder mystery yang tidak mencoba terlalu “keras”. Namun justru itu yang membuat ia terasa sangat efektif, berakar pada kisah detaktif klasik menyajikan sebuah kisah tragedi yang dipenuhi pertanyaan dan petunjuk dalam plot menarik yang bergerak dinamis, memadukan drama, komedi, dan thrill yang bercampur presisi ke dalam panggung utama berisikan karakter-karakter yang sangat menarik. It’s a classic murder mystery that makes you think and entertained with slick and neat presentation.










2 comments :

  1. Replies
    1. Wow, balik nge-review nya lewat knives out. Padahal tebakan ku balik nge-review nya dengan parasite... Salah berarti tebakanku

      Delete