31 January 2015

Review: The Tale of the Princess Kaguya (2013)


Tidak jarang sebuah karya seni yang dapat meninggalkan kenangan begitu lama adalah mereka yang menampilkan sebuah kesederhanaan, mereka yang tidak mencoba mengimpresi kamu sebagai penikmatnya dengan segala macam cahaya yang menyilaukan melainkan dengan beberapa goresan kecil yang akan membuat kamu mulai menjelajah fantasi lebih jauh lagi. Itu yang berhasil dilakukan oleh animasi asal Jepang ini, The Tale of The Princess Kaguya, film yang semoga saja tidak menjadi salam perpisahan dari Studio Ghibli.

Seorang kakek tua bernama Sanuki no Miyatsuko (Takeo Chii) pergi ke sebuah hutan untuk menjalankan aktifitas rutinnya, mengambil bambu, tapi ternyata hari itu merupakan hari yang special baginya.  Sanuki menemukan sesosok makhluk hidup dari dalam bambu yang baru saja ia ambil, makhluk menyerupai manusia dengan ukuran tidak lebih dari telapak tangannya. Bersama dengan istrinya ┼îna (Nobuko Miyamoto) makhluk tersebut mereka namai Kaguya-hime (Aki Asakura). Tapi ternyata Kaguya yang tumbuh dengan cepat dalam waktu singkat itu punya pesona yang tidak biasa, pesona yang menghasilkan masalah bukan hanya di kalangan para pria petinggi kerajaan. 



Gaya bercerita Isao Takahata memang terasa sedikit berbeda dengan Hayao Miyazaki sehingga harus di akui di bagian awal saya merasa sedikit sulit untuk merasa klik dengan cerita dan juga karakter, murni menikmati keindahan animasi yang seolah memberikan sihir menakjubkan layaknya sebuah lukisan cat air yang mampu membuat banyak orang berdiri diam di depan mereka dalam waktu lama di sebuah pameran. Ini indah, detail kecil dan besarnya ditangani dengan sangat hati-hati, tidak mencoba keluar dari batasan yang ia ciptakan untuk terus bermain-main dengan kesederhanaan yang anehnya berhasil membuat imajinasi saya berputar-putar bersamanya. Cantik, seperti masuk kedalam sebuah negeri dongeng di jaman Jepang kuno yang terus memancarkan kehangatan yang ia miliki, dan hebatnya meskipun sederhana ia tetap terasa stylish dengan cara yang berbeda.



Nah, ketika visual sudah menghipnotis ternyata giliran cerita yang mulai menjebak saya di dalam cengkeramannya. Apa yang saya rasa seperti sebuah mondar-mandir belaka di awal tadi ternyata menyimpan sebuah pesan sederhana namun tajam tentang kehidupan, dan itu meninggalkan sebuah hit yang sangat membekas. The Tale of The Princess Kaguya ternyata tidak sama sederhananya dengan visual yang ia miliki ketika kita berbicara tentang cerita, ada kerumitan tanpa menghakimi yang Isao Takahata ciptakan disini, sebuah petanyaan sederhana terkait hubungan antara kebebasan dan hidup. Itu yang sangat saya suka, kita diberikan Kaguya yang bermain-main dengan segala kelembutannya, kita di berikan beberapa karakter pria yang mencoba merebut hatinya, namun dibalik itu semua tema utama terus berdiri di pusat, apakah itu yang akan kamu lakukan dalam menjalani hidup?



Ya, seperti itu kira-kira yang saya rasakan dari film ini, sebuah animasi yang ternyata sangat tricky dalam bercerita, ia tampak sederhana dan pemalas tapi setelah kamu melangkah keluar meninggalkannya bukan hanya visual miliknya saja yang akan membekas di ingatan kamu, namun fakta-fakta sederhana tentang kehidupan yang Isao Takahata berikan juga dapat menghantuimu lebih lama. Saya bahkan tersenyum sendiri ketika selesai berbincang dengan rekan saya dan kemudian sadar bagaimana Kaguya yang tumbuh dewasa dalam waktu singkat di awal itu seperti sebuah sindiran dari Isao Takahata tentang bagaimana waktu ini berputar, pagi kemudian malam dan bertemu dengan pagi lagi, itu menggelitik. Tapi bukan berarti ini merupakan sebuah animasi yang berat, ia juga akan sangat mudah dinikmati penonton muda karena pesan yang ia tinggalkan pada dasarnya seperti ikan, dinikmati mentah ia nikmat, namun ketika kamu memutuskan untuk memasaknya ia akan terasa lebih nikmat.



Mungkin akan terasa aneh mengapa saya justru banyak berbicara tentang kehidupan bukannya membahas film ini lebih detail, karena itu yang saya rasa sangat menarik dari film ini disamping menjaga segala kenikmatan dari detail yang ia miliki baik itu dari cerita maupun visual. Ini sederhana, tapi dibalik kesederhanaan itu ia mampu menciptakan dan meninggalkan impresi yang sangat jauh dari kesan sederhana bagi penontonnya. Santai tapi tidak pernah berhenti memukau, The Tale of The Princess Kaguya seperti sebuah meditasi terkait kehidupan yang penuh ironi dilengkapi dengan visual yang berani serta emosi yang mumpuni. Cantik.







0 komentar :

Post a Comment