29 January 2016

Review: Sherlock: The Abominable Bride (2016)


"Dead is the new sexy."

Secara personal saya punya hubungan cinta dan benci dengan series Sherlock, terdapat beberapa episode dari kumpulan kisah misterius penuh liku-liku plot cerdas yang meninggalkan rasa “mengganggu” meskipun mayoritas di antara mereka sukses menyajikan sebuah petualangan mendebarkan dan penuh gairah untuk diikuti dan diamati. Tidak tahu pasti apa maksud edisi special berjudul Sherlock: The Abominable Bride ini hadir di awal tahun ini, namun masih dengan teka-teki yang menarik berhasil memberikan sebuah penyegaran kecil yang menyenangkan.

Di Victoria London Sherlock Holmes (Benedict Cumberbatch) dan Dr Watson (Martin Freeman) bertemu dengan sebuah kasus aneh dan membingungkan. Emelia Ricoletti (Natasha O'Keeffe), seorang pengantin gila, melakukan aksi bunuh diri melalui mulutnya dengan menggunakan pistol, namun anehnya kemudian muncul untuk mencoba membunuh sang suami sebelum menghilang di balik kabut. Sherlock dan Watson juga menemukan lima orang lain yang tewas dengan clue serupa di masing-masing lokasi korban. Siapa sosok dibalik aksi kejahatan tersebut, karena wanita yang tewas bunuh diri tadi telah positif diidentifikasi sebagai Emelia Ricoletti. 



Sherlock terakhir kali menyapa penontonnya pada awal tahun 2014 yang lalu, dan dengan potensi rilis untuk series 4 di awal tahun 2017 maka otomatis Sherlock akan absen selama tiga tahun. Apakah Sherlock: The Abominable Bride adalah sebuah alarm yang mencoba mengingatkan kembali penonton pada Sherlock? Ya, saya memiliki penilaian serupa pada awalnya, namun setelah menyaksikan film ini hal tersebut justru mengalami pergeseran kecil. Bahasa sederhananya ini adalah usaha dari Mark Gatiss dan Steven Moffat untuk mencoba sesuatu yang mungkin akan sedikit riskan jika disuntikkan kedalam series, memberikan penonton Sherlock dan Watson yang bermain-main sedikit lebih liar bersama hantu sebagai objek penyelidikan.



Episode The Sign of Three di series 2 memang sempat sedikit menyentuh unsur mistis namun yang dilakukan The Abominable Bride jauh lebih dalam. Meskipun kamu mencoba untuk tetap teguh pada penilaian ini merupakan sebuah tindak kriminal yang dilakukan oleh manusia elemen mistis dari hantu pengantin gila itu sangat tajam dalam membuat penontonnya goyah. Apakah Emelia Ricoletti benar-benar hantu? Pertanyaan itu tidak pernah hilang hingga akhir, hal yang juga menyebabkan kisah prosedurial yang kembali dilakukan oleh Sherlock dan Watson menjadi terasa sedikit lebih berbeda. Lebih segar, begitu impresi yang tercipta, terlebih dengan alur yang terasa liar dengan percampuran komedi, misteri, crime, thriller, dan horror menyebabkan plot bergerak sangat menyenangkan.



Begitu banyaknya genre yang digunakan di sini menyebabkan Sherlock: The Abominable Bride terasa sedikit off dalam hal rasa Sherlock yang ia miliki. Ini lebih terlihat seperti usaha eksperimental, bahkan di samping misteri pada kasus utama Sherlock: The Abominable Bride juga seolah mencoba usaha di mana Sherlock memeriksa dirinya sendiri. Tidak heran meskipun punya misteri yang sukses mencengkeram penonton hingga akhir arah cerita Sherlock: The Abominable Bride sendiri terasa kurang kokoh. Dari cerita memang terasa segar, namun menghadirkan penulis baru mungkin dapat menjadi solusi bagi series selanjutnya agar misteri tidak terjebak di dalam pola yang sangat familiar bagi penonton setianya, agar cerita dapat mempesona sembari menjauhkan rasa frustasi penonton yang di sini eksis pada bagian akhir.



Namun dengan usaha mencoba sedikit off-track dari apa yang sudah mereka lakukan selama tiga season, Sherlock: The Abominable Bride berhasil mencapai target utama mereka. Misteri penuh tanda tanya sukses mengikat dengan daya tarik yang oke sejak awal hingga akhir, kombinasi banyak genre menjadikan ini terasa nakal baik itu dari cerita, visual, hingga akting, bahkan Benedict Cumberbatch berhasil memberikan penampilan paling lucu sebagai Sherlock sejauh ini, dan sulit untuk tidak terpesona pada banter antara dirinya bersama Martin Freeman. Sejak awal Sherlock: The Abominable Bride memang ditujukan bagi penggemar Sherlock, akan muncul kesan tidak penting dari penonton umum namun bagi para fans ini merupakan edisi special Sherlock yang terasa loveable.  













Thanks to: rory pinem

8 comments :

  1. berhubungan aku g ngikutin yg series, jd bingung kok tiba2 cerita ny maju ke masa sekarang. bisa jelas in dikit bro?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo, Dwi. The Abominable Bride bersifat lepas jadi tidak punya ikatan dengan series. Yang terjadi di 1880’s merupakan isi mimpi Sherlock (present) yang mencoba menemukan jawaban dari misteri Ricoletti yang belum terpecahkan. Inception? :)

      Delete
    2. itu ngga sepenuhnya lepas kok @rory pinem. di situ kasus emilia ricoletti yang "hidup lagi" setelah menembakkan peluru ke dalam mulut itu sama kaya kasus moriarty

      Delete
  2. thanks penjelasan nya bro. I see, jd kayak inception gt ya. good review as always

    ReplyDelete
  3. Saya masih blm dpt menyimpulkan ttg film ini, apakah mind place nya berhasil? kmudian apakah waktu di kuburan mayat hidup lagi? Mhn penjelasan

    ReplyDelete
  4. Oh jadi nggak ada hubungannya sama sekali dg moriatty?
    Klo begitu, series 4 sherlock bakal ngadepin masalah dg moriarty lagi dong?
    Moriarty kan dah mati. Terus yg muncul ditiap tv, siapa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemungkinan besar iya, karena meskipun tidak punya “ikatan” dengan series duduk masalah dari The Abominable Bride menyambung dari His Last Vow, kembalinya Jim Moriarty, jadi series 4 mungkin akan terkait dengan Moriarty. Konklusi dari The Abominable Bride sendiri adalah seperti Ricoletti, Moriarty memang sudah mati, tapi ia juga sudah menyusung rencana lain sebelum kematiannya yang kemudian “dieksekusi” oleh orang lain. :)

      Delete