29 March 2015

Review: Wild Canaries (2014)


Banyak film yang mencoba menggabungkan beberapa genre kedalam satu wadah bermain kerap menerima boomerang akibat tidak mampunya ia mengolah warna-warni materi yang ia punya. Faktor penyebabnya beragam, dari yang kewalahan mengatur susunan antar genre hingga mereka yang tidak mampu mempertahankan daya tarik masing-masing bagian. Film berjudul Wild Canaries ini dengan berani mencoba menggabungkan drama bersama komedi, romance, hingga misteri, dan meskipun ia tidak memberikan penontonnya kemasan penuh aksi boom-boom-boom setidaknya ia mampu menghindar dari hantaman boomerang yang telah ia lempar.

Seorang detektif swasta bernama Barri (Sophia Takal) bersama tunangannya Nuh (Lawrence Michael Levine) menaruh rasa curiga pada bencana yang menimpa tetangga mereka Sylvia (Marylouise Burke). Bersama teman mereka yang bernama Jean (Alia Shawkat), serta sebuah rahasia yang berhasil mereka temukan, Barri dan Nuh kemudian mencoba menelusuri penyebab dari masalah yang menimpa tetangga mereka tersebut. Celakanya sosok yang mereka curigai adalah Anthony (Kevin Corrigan), anak Barri. 




Dapat dikatakan Wild Canaries merupakan sebuah eksperimen bagi Lawrence Michael Levine yang selain ikut menjadi aktor juga menulis dan menjadi sutradara. Disini Lawrence seperti mengambil konsep untuk menaruh tema detektif di pusat utama tapi disekelilingnya ia isi dengan permainan kucing dan tikus yang sangat sederhana. Ada misteri pembunuhan yang kemudian dengan berani ia temani bersama komedi sinting yang akan dengan mudah terasa aneh bagi penonton sehingga kita tidak selalu terbebani pada misteri namun tetap terpaku dan tertarik untuk mengikuti. Ini yang paling menarik dari Wild Canaries, kita seperti diajak bermain-main bersama karakter untuk memecahkan masalah yang pada dasarnya tidak begitu akan memberikan kamu ketegangan yang luar biasa tapi tetap stabil berada di level memuaskan hingga akhir.




Penyebabnya seperti yang saya sebutkan di awal tadi, ada keseimbangan diantara tiap genre yang Lawrence pakai disini. Pusat ia bentuk dengan bagus, baik itu dari cerita dan juga karakter, ia tidak mencoba memberikan kamu kesan bahwa ini memiliki taruhan yang sangat krusial antara hidup dan mati, ia tidak membebani kamu. Dari cerita sendiri misalnya meskipun berkelok-kelok dengan sesekali memberikan kamu materi yang konyol bahkan tidak jarang terkesan bodoh tapi at least ia berhasil menciptakan kesan lucu. Tapi dengan komedi dan misteri yang oke tadi sehingga menghasilkan nada yang ceria saya kerap merasa sulit untuk klik dengan irama yang di berikan oleh Lawrence disini. Editing yang cepat sering kali menjadikan Wild Canaries terasa kasar untuk di ikuti, bahkan ketika ia membawa saya berganti warna dari komedi ke misteri sering kali ada masalah untuk ikut bergeser secara halus.



Ini memang fun, tapi keputusan berani untuk membawa masuk banyak genre tadi ternyata tidak dibarengi oleh Lawrence dengan menciptakan intensitas yang mumpuni. Wild Canaries sering kali terasa longgar, kehilangan momentum mungkin seperti itu ibaratnya, ada momen yang terasa lamban sehingga efek misteri seperti tenggelam dibalik lelucon yang tidak bisa dipungkiri memang sanggup menghadirkan keceriaan yang sederhana. Misteri sendiri bisa saja terasa sia-sia bagi beberapa penonton disini, Lawrence kurang berhasil mengolah mereka untuk mempermainkan imajinasi serta memberikan tekanan dalam kualitas oke kepada penonton. Ya, lucu dan menarik, tumpang tindih antara misteri dan komedi juga terbilang tidak buruk, tapi itu pula yang berbahaya karena jika kamu perlahan mulai kehilangan rasa tertarik pada misteri sementara disisi lain masih berjuang untuk klik atau mulai jenuh dengan lelucon yang mereka berikan, Wild Canaries akan memberikan boomerang bagi kamu.




Bukan sesuatu yang buruk memang, penampilan para pemain juga termasuk oke terlebih Sophia Takal, tapi dengan mengambil sebuah resiko di awal ternyata Wild Canaries tidak memberikan hasil akhir yang sangat menarik. Memilih bermain aman, ia berikan kamu pusat cerita yang bagus, ia berikan kamu karakter yang juga cukup oke, lalu ia mainkan semua dengan formula ala kombinasi caper dan komedi yang paling standard. Tidak pernah mencoba menipu, tidak pernah mencoba tampil rumit, dan meskipun berhasil menghindar dari boomerang berbahaya tadi dan stabil hingga akhir sayangnya dengan kesan ringan tadi Wild Canaries juga kurang mampu menciptakan impresi akhir yang benar-benar kuat, sebuah film caper komedi yang seolah seperti anak kecil yang ingin tampil nakal tapi selalu ingat pada resiko hukuman dari papa dan mama.







0 komentar :

Post a Comment