27 March 2022

94th Academy Awards Prediction: and the Oscar goes to...

Oscars memang telah kehilangan penonton dalam jumlah besar tiap tahunnya, tapi tampaknya tetap saja butuh waktu yang lama untuk bisa melucuti statusnya sebagai penghargaan paling bergengsi dalam industri perfilman di seluruh dunia. Beberapa hal dapat diasumsikan sebagai penyebab berkurangnya minat penonton, yang secara data dapat ditunjukkan dari jumlah penonton di USA sana, tahun 2011 masih ada di angka 37.919 juta, sedang tahun lalu hanya 10.4 juta! Salah satu dari mereka adalah bagaimana kini Oscars mulai terasa monoton dan minim kejutan. Mengapa itu bisa terjadi? Karena Oscars memposisikan diri sebagai puncak dari rangkaian gelaran berbagai penghargaan film, celakanya justru membuatnya jadi kehilangan sensasi, karena pemenang kini semakin mudah untuk diprediksi.


Tahun lalu tim Produser di mana di dalamnya terlibat Steven Soderbergh sebenarnya sudah mencoba peruntungan untuk menciptakan sensasi, yakni dengan menaruh pengumuman pemenang Best Actor sebagai puncak, alih-alih menggunakan format klasik yaitu Best Picture sebagai penutup. Perjudian yang sedikit eksploitatif namun justru berdampak destruktif mengingat pemenang kategori tersebut adalah Anthony Hopkins, bukan seperti yang mereka harapkan yakni Chadwick Boseman dan akan menjadi momen mengharukan. Celakanya lagi Anthony Hopkins tidak hadir di acara secara langsung! Betapa garing and so flipping vanilla rasa yang tercipta di bagian akhir acara. Saya justru penasaran dengan jumlah penonton gelaran acara tahun ini ketimbang penasaran dengan para pemenang.

 

Berarti pemenang mudah untuk diprediksi? Ya, mudah, tapi belum tentu benar, dan di sana letak sensasi tadi yang tentunya saya harapkan dapat terjadi lagi seperti saat semua orang berteriak gembira saat ‘Parasite’ secara mengejutkan berhasil menjadi pemenang di tahun 2019 yang lalu. Bukan tentang keberhasilan film tersebut dalam menjadi “party crasher” dan menempatkan film lain menyandang status tidak layak menjadi pemenang, tapi lebih kepada keberhasilan penyelenggara dalam menyajikan sebuah acara yang menunjukkan status bergengsi Oscars tanpa harus melukai nilai prestisius yang piala tersebut miliki. Tugas mereka semakin berat kini, bahkan untuk saya meski tetap menyandang status sebagai penghargaan film paling bergengsi tapi kini Oscars tidak lebih sebagai sebuah penutup. Semoga akan hadir sensasi memikat dari The 94th Academy Awards ceremony kurang lebih 24 jam dari sekarang. And for now let's predict the winner.



Best Picture

Win: CODA

Watchout: The Power of the Dog, Belfast, Dune

Wish: CODA, West Side Story

Saya memilih ‘West Side Story’ sebagai film terbaik di PNM Awards yang lalu namun prosesnya sendiri tidak mudah, ada dua film lain yang pada akhirnya bergabung di posisi terdepan dan kalah karena saya mudah jatuh cinta pada film musical. Terlebih Steven Spielberg berhasil membentuk pula bumbu crime di ‘West Side Story’ jadi terasa kuat dan berimbang dengan romance dan musical itu sendiri. Dua film lain tersebut adalah ‘CODA’ dan ‘Belfast’, di mana judul pertama saya pilih sebagai Best Drama dan keduanya terasa personal buat saya, yang satu adalah an emotional feast sedangkan satunya lagi for me is a must-see gem.


Tapi dalam membuat prediksi harus memakai data dan analisa, di award season kali ini ‘The Power of the Dog’ jelas dan nyata berada di posisi terdepan, sukses menjadi film terbaik pilihan Critics' Choice (CC) & BAFTA. Sejak 2010s antara CC dan Oscars tidak cocok sebanyak lima kali dan enam kali sepakat, sedangkan BAFTA enam kali berbeda selera dengan Oscars. Tahun lalu mereka sepakat memilih ‘Nomadland’ jadi film terbaik, peristiwa yang sebelumnya terakhir kali terjadi di tahun 2013 melalui film ‘12 Years a Slave’. Hal tersebut menandakan probabilitas sebuah film tetap tidak besar untuk menjadi Best Picture Oscars meski terlebih dahulu menang di BAFTA dan CC, contohnya ‘Boyhood’, ‘La La Land’ dan ‘Roma’ tumbang di 11 tahun terakhir.


Dan ketika permainan data itu tampak sedikit rumit, masukkan The Producers Guild of America Award (PGA) yang punya kecocokan terbesar dengan Oscars di 11 tahun terakhir, yakni delapan kali. Saya pribadi merasa jika di tahun yang sama sebuah film telah dipilih jadi yang terbaik oleh PGA, BAFTA, dan CC maka dialah Best Picture Oscars, contohnya tahun lalu ada ‘Nomadland’. Menariknya adalah dalam 11 kali pagelaran terakhir mereka ada dua kali di mana BAFTA dan CC memilih pemenang yang sama (Boyhood dan Roma) namun PGA menyerahkan piala kepada film yang berbeda, yakni ‘Birdman’ dan ‘Green Book’, di mana justru pilihan PGA tersebut yang berhasil memenangkan penghargaan tertinggi Oscars. Tahun ini kondisi tersebut kembali terjadi, PGA tidak memilih ‘The Power of the Dog’ sebagai film terbaik mereka, melainkan CODA!


Sudah pusing? Mari masukkan Screen Actors Guild Award kategori Outstanding Performance by a Cast (SAG) ke dalam analisa. Jujur ini sudah tidak sering lagi saya lirik di beberapa tahun terakhir, mengingat acuan saya bahwa sebuah film bisa dikatakan berpeluang menjadi Best Picture Oscars jika berhasil meraih at least nominasi pada kategori ini telah pupus sejak tahun 2017. ‘The Shape of Water’ dan ‘Green Book’ menang tanpa nominasi SAG di kategori ensemble cast, tahun lalu ‘Nomadland’ juga demikian. Lantas kenapa sekarang memasukkan SAG sebagai acuan lagi? Itu semua karena ‘Parasite’, di tahun 2019 ketika CC memilih ‘Once Upon a Time in Hollywood’ dan BAFTA serta PGA memilih ‘1917’, SAG memilih ‘Parasite’ sebagai pemenang cast terbaik. Pemenang “Best Outstanding Performance by a Cast” SAG tahun ini? CODA! Dan ‘The Power of the Dog’ tidak ada di nominasi.


Tentu saya tidak akan memilih 'Belfast' yang sepertinya akan bernasib sama seperti People's Choice Award TIFF lainnya, dari Silver Linings Playbook, The Imitation Game, Room, dan Jojo Rabbit, berlari kencang di awal lalu terpeleset dan tertinggal. Menurut saya opsinya hanya dua. Yang pertama, ‘The Power of the Dog’ menang dan melanjutkan kekompakan CC, BAFTA, dan PGA di tahun lalu. Yang kedua, CODA jadi pemenang. Bukan saya membenci ‘The Power of the Dog’ yang saya pilih jadi bagian 11 film terbaik di tahun lalu, tapi saya rasa justru kemenangan ‘CODA’ akan punya peluang lebih besar untuk membuat banyak orang membicarakan hasil Oscars tahun ini, seperti saat ‘Parasite’ menang. Fun fact terakhir: di kategori screenplay ‘Parasite’ kalah di CC tapi sukses menang di BAFTA. Tahun ini di kategori serupa ‘CODA’ kalah di CC tapi berhasil menang di BAFTA. Boom! Let’s see, saya jelas akan senyum sehari penuh jika yang menang justru ‘West Side Story’.


Best Director

Win: Jane Campion – The Power of the Dog

Watchout: Ryusuke Hamaguchi – Drive My Car, Steven Spielberg – West Side Story

Wish: Steven Spielberg – West Side Story

Satu kejutan muncul di sini, ia adalah Ryusuke Hamaguchi dan sungguh apa yang ia lakukan di ‘Drive My Car’ terasa sangat indah, tapi di antara lima nominaee saya paling menyukai apa yang Steven Spielberg sajikan ‘West Side Story’. Ini merupakan kategori yang menarik sebenarnya untuk dibahas lebih jauh, tapi CC, BAFTA, serta Directors Guild of America Award (DGA) telah sepakat pada satu nama, yakni Jane Campion. Tentu tetap terbuka peluang tapi sejak tahun 2010 hanya satu pemenang yang berhasil meraih Oscars di kategori ini tanpa menang di tiga penghargaan tadi, yakni Ang Lee di tahun 2012. 





1 2 3 4


1 comment :

  1. Best Picture: CODA
    Best Director: Jane Campion – The Power of the Dog
    Best Actor: Will Smith – King Richard
    Best Actress: Jessica Chastain – The Eyes of Tammy Faye
    Best Supporting Actor: Troy Kotsur – CODA
    Best Supporting Actress: Ariana DeBose – West Side Story
    Best Original Screenplay: Belfast – Kenneth Branagh
    Best Adapted Screenplay: CODA – Sian Heder
    Best Film Editing: King Richard
    Best Animated Feature Film: Encanto
    Best International Feature Film: Drive My Car
    Best Documentary Feature: Summer of Soul
    Best Original Song: "No Time to Die" from No Time to Die
    Best Original Score: Dune
    Best Sound: Dune
    Best Cinematography: The Power of the Dog (potentially tie with Dune)
    Best Production Design: Dune
    Best Costume Design: Cruella
    Best Makeup and Hairstyling: The Eyes of Tammy Faye
    Best Visual Effects: Dune

    :)

    ReplyDelete