14 August 2015

TV Series Review: Oh My Ghost - Part 2


Sinopsis: Kang Sun-Woo (Cho Jung-Seok), pria yang walaupun masih belum mampu melupakan sang mantan pacar berkat sikap percaya diri dan tentu saja wajah tampannya memperoleh status sebagai seorang koki populer. Salah satu fansnya adalah Na Bong-Sun (Park Bo-Young), wanita introvert yang sangat pemalu dan rendah diri, seorang sous chef di restoran milik Kang Sun-Woo. Hubungan diantara mereka mendadak berubah ketika Na Bong-Sun kerasukan roh bernama Shin Soon-ae (Kim Seul-gie), hantu perawan yang penuh nafsu.    



[Spoiler Alert]



Episode 7 (24/7/15)


Ada perasaan campur aduk ketika bagian penutup di episode ini hadir, disatu sisi saya senang Na Bong-sun akhirnya mencoba membuat kesepakatan dengan Shin Soon-ae untuk saling membantu mendapatkan apa yang mereka inginkan, salah satu hal yang saya inginkan sejak awal, tapi disisi lain kesepakatan tersebut juga turut menghadirkan masalah baru. Bukankah dengan kondisi demikian dimana Bong-sun berada dibawah kendali Soon-ae maka semuanya akan menjadi sangat mudah untuk diselesaikan, terlebih dengan kondisi seperti kita ketahui bahwa Kang Sun-woo sendiri sudah menunjukkan tanda ketertarikan pada Na Bong-sun. Situasi tersebut akan semakin menambah rumit pada permainan perasaan diantara tiga karakter utama.

Ya, sepintas memang kesepakatan diantara Bong-sun dan Soon-ae seolah mengurangi satu kegelisahan penonton pada bagaimana dua karakter tersebut melangkah, Soon-ae kini punya perahu untuk mencapai keinginannya untuk keluar dari kondisi gentayangan, sedangkan posisi Bong-sun juga semakin jelas tidak sekedar menjadi boneka bagi Soon-ae. Tapi pertanyaan disini adalah apakah dua karakter dalam satu tubuh itu benar-benar akan sama-sama memperoleh kemenangan? Salah satu ironi adalah karena perasaan Kang Sun-woo sendiri masih belum jelas dan belum menunjukkan tanda-tanda bergerak lebih jauh, saat Bong-sun menjadi Bong-sun ia tersenyum, saat Bong-sun menjadi Soon-ae ia juga tersenyum. Apakah itu buruk? Justru tidak, karena itu menandakan Oh My Ghost kembali sukses menggoda penontonnya. 


Sejak awal cara OMG menggoda memang manis, penonton berada di posisi dimana mereka bukan hanya sekedar tahu hal-hal yang berputar diantara karakter tapi mereka juga di rangsang untuk membangun fantasi dan pertanyaan pada kemungkinan yang bisa terjadi. Ada pertanyaan dari penonton yang kemudian mereka jawab, tapi setelah itu mereka tinggalkan pertanyaan baru, bahkan kali ini PD Lee juga melakukan manuver cukup besar, begitupula dengan karakter Soon-ae yang mulai menemukan tekanan lebih besar. Ini menarik karena dari luar semua tampak sederhana namun kualitas misteri terjaga dengan baik, begitupula dengan kejutan-kejutan yang manis dan lelucon dengan posisi oke yang sukses menghadirkan tawa. 

Score: 8/10




Episode 8 (25/7/15)


Episode delapan ini terasa menarik bukan hanya karena kita menyaksikan Bong-sun kembali ke tampilan riang penuh semangat setelah dirasuki kembali oleh Shin Soon-ae tapi muncul beberapa situasi menarik yang berhasil menarik maju cerita dengan cara yang identik: permainan pada perasaan. Sebuah tragedi yang menimpa Bong-sun jelas berhasil membawa penonton memahami bagaimana perasaan Sun-woo pada karyawannya itu, batas antara Sun-woo dan PD Lee juga semakin di perjelas oleh tim penulis, karakter Choi Sung-jae memberikan loncatan yang begitu besar lewat beberapa kejutan yang efektif, namun yang paling menarik kembali hadir di bagian akhir ketika Bong-sun, Sun-woo, dan Soon-ae tampil bersama itu.

Apa alasan Soon-ae mendadak memilih mundur di momen yang kita sudah tahu sejak awal menjadi salah satu favoritnya? Apakah tindakan tersebut hanya sebatas sikap menghargai dari Soon-ae pada Bong-sun untuk memberikannya kesempatan? Atau apakah Soon-ae mulai menghadapi perasaan bingung dan merasakan getaran asmara yang selama ini belum pernah ia rasakan sehingga merasa terkejut hingga takut? Apakah si hantu wanita itu telah jatuh cinta? Disini OMG seperti memberikan kesempatan bagi karakter utama untuk mulai melakukan perpotongan satu sama lain dengan tujuan utama untuk menciptakan situasi yang lebih rumit pada alur hubungan diantara mereka.


Episode delapan memang mayoritas di isi dengan adegan MT yang menyenangkan itu tapi dibalik itu ada progress yang menarik dari sisi emosi para karakter, terutama pada apa yang Soon-ae alami tadi. Karakter mengalami pertumbuhan yang baik disini, OMG melangkah maju dengan bertumpu pada ironi dari kekuatan yang dimiliki oleh cinta meskipun tetap saja tidak menjadikan jalan yang mereka tempuh menjadi clear dan mudah ditebak. Dari segi excitement harus di akui OMG sedikit mengalami grafik menurun terutama akibat cerita sendiri yang mulai terkesan terjebak, walaupun begitu penonton masih punya karakter-karakter yang memberikan progress yang menarik untuk dinantikan.

Score: 7,5/10




Episode 9 (31/7/15)


Saya lega karena pertanyaan dari episode sebelumnya telah terjawab disini, dan itu adalah jawaban yang saya inginkan. Saya senang ketika melihat Bong-sun kembali ceria dengan sikap genit ketika Soon-ae berada didalam tubuhnya kerena itu menandakan bahwa keputusan Soon-ae untuk mundur pada momen di dapur itu ternyata lebih disebabkan oleh perasaan bingung yang ia alami. Mengapa hal tersebut merupakan pertanda baik? Ya, ini aneh karena sangat jarang sebuah drama Korea mampu membuat penontonnya berharap bahwa progress cerita tidak berjalan terlalu cepat. Episode sebelumnya telah berhasil memperlebar jalan cerita bagi OMG namun disisi lain meskipun tetap di selimuti rasa ingin tahu pada apa yang akan terjadi selanjutnya anehnya saya seolah ingin agar perkembangan emosi dari masing-masing karakter lajunya di tahan sejenak.

Mengapa demikian? Sumbernya adalah karakter Soon-ae yang semakin jauh cerita berjalan justru menghidupkan kembali pertanyaan dibagian awal dan kemudian menciptakan pertarungan menarik antara dirinya dengan Bong-sun, siapa diantara mereka yang penonton inginkan berakhir bahagia? Kita tahu kelebihan dan kelemahan mereka, kita juga tahu bahwa untuk mencapai tujuan yang telah mereka tetapkan mereka harus bersatu, tapi dengan pertumbuhan yang solid dari masing-masing karakter terasa semakin sulit untuk melihat dua karakter ini berada didalam tampil “bersama”. OMG seperti mencoba menyamarkan batas antara nyaman dan tidak nyaman untuk mempermainkan penonton, dan itu dibantu dengan fakta bahwa kemungkinan dimana mereka sama-sama berakhir bahagia juga masih berada di posisi samar.


Memang masih masih banyak momen lucu di episode ini yang kembali berhasil membuat saya tersenyum geli terlebih dengan bantuan F4 itu, tapi progress emosi di episode sebelumnya yang tampil baik itu menyebakan segala aksi jenaka dan menggemaskan yang dilakukan oleh Soon-ae menggunakan tubuh Bong-sun tidak lagi berada di level sama seperti sebelumnya. Itu semua karena karakter Soon-ae berhasil memperdalam ironi yang ia alami sehingga rasa ingin dari penonton agar ia menemukan bahagia tiba-tiba mencuri posisi utama, dan ini semakin menarik menantikan bagaimana semua itu akan di selesaikan mengingat ia bukan satu-satunya karakter yang tumbuh dengan baik, Bong-sun dan Sun-woo bisa saja mendadak mencuri posisi utama namun tentu saja bukan Choi Sung-Jae, apalagi Heo Min-Soo.

Score: 7,5/10




Episode 10 (1/8/15)


Akhirnya hantu wanita itu menetapkan hatinya. Soon-ae jatuh cinta! Dan dampaknya konflik menjadi semakin tricky karena dengan kondisi dimana Soon-ae mulai bingung dengan posisi pinjam dan di pinjam yang ia lakukan dengan Bong-sun menghadirkan polemik pada identitas Soon-ae itu sendiri. Disatu sisi ia masih mencoba menjalankan kesepakatan awal mereka tapi di lain sisi ia juga perlahan mulai tidak mampu menahan perasaan yang ia miliki pada Kang Sun-woo yang ia tunjukkan pada upaya menggagalkan rencana perjalanan singkat mereka itu. Ya, ini terasa wajar karena meskipun statusnya yang bukan manusia Soon-ae sendiri menyandang status lain, ia hantu perawan yang awalnya di hantui oleh nafsu namun perlahan mulai menuju arah berbeda setelah menemukan perasaan yang ketika hidup tidak ia temukan dan rasakan.

Episode kesepuluh lebih di dominasi oleh drama yang berpusat pada gejolak perasaan dari Soon-ae, dan karena perasaan cinta yang “impossible” itu secara mengejutkan terasa nyata formasi cinta segitiga dengan cepat terbentuk. Dari sini menarik untuk menantikan apa yang akan OMG lakukan selanjutnya, karena dengan membiarkan Soon-ae semakin lama menetap didalam tubuh Bong-sun tentu sesuatu yang riskan karena itu akan membuka peluang hadirnya kesan bahwa Soon-ae mencoba mengambil alih Bong-sun sepenuhnya, apalagi penonton sendiri mulai menaruh simpati yang sama besar pada dua karakter utama wanita. Apakah Soon-ae akan tinggal dan jadi pemenang, atau justru ia akan pergi karena Shaman sendiri pernah mengatakan padanya bahwa sikap serakah merupakan perwujudan bahwa hantu telah menjadi sosok yang jahat.


Dengan bertumpu pada drama salah satu hal menarik untuk di bahas dari episode ini adalah kinerja para pemeran yang semakin oke, dengan Park Bo-young serta Kim Seul-gie menjadi highlight. Kim Seul-gie menjaga jangkar emosi yang kuat bagi Soon-ae dengan baik dan ketika hal tersebut muncul di karakter Bong-sun mereka ada di level yang sama baiknya karena penanganan dari Park Bo-young yang juga baik. Konflik perasaan OMG semakin menarik berkat perpaduan mereka, dan semoga tim produksi mampu menyeimbangkan porsi diantara Bong-sun dan Soon-ae dalam koneksi mereka dengan Sun-woo agar masing-masing karakter dapat terus berpegang teguh pada akar utama mereka, walaupun tentu saja berbagai kejutan lain akan selalu penonton sambut dengan tangan terbuka. And who the hell are you Choi Sung-Jae-ssi?

Score: 7,75/10




Episode 11 (7/8/15)


Memang terasa pahit namun Soon-ae telah mengambil keputusan yang tepat dengan memilih mundur dari polemik perasaannya pada Sun-woo, dan ini menggelikan dimana karakter yang di awal dulu sempat membuat saya jengkel dengan dominasinya yang berlebihan kini justru berhasil membuat saya menaruh rasa kasihan ketika ia akhirnya kalah dalam pertarungan cinta tersebut terlebih ketika menyaksikan ia mencoba mengendalikan amarah dan perasaannya. Namun bukankah itu merupakan opsi terbaik bagi Soon-ae karena sejak awal keluar dari statusnya sebagai hantu gentayangan dan memperoleh kehidupan selanjutnya yang lebih tenang merupakan target utama Soon-ae.

Dengan kondisi tersebut maka salah satu bagian dari cerita telah selesai dimana otomatis Soon-ae telah menjalankan kewajibannya kepada Bong-sun meskipun memang harus tertinggal ironi karena disisi lain Soon-ae tidak mendapatkan apa yang ia inginkan. Sebuah keputusan yang tepat menurut saya dari tim produksi karena dengan begitu masalah ini tidak meninggalkan kesan begitu berlarut-larut, kita di belokkan kearah lain meskipun peluang untuk kembali ke jalan sebelumnya tetap terbuka. OMG akan semakin menarik jika mereka mencoba memasukkan kembali konflik terkait masa lalu Soon-ae ke lintasan utama apalagi di episode sebelumnya sudah ada tanda bahwa Soon-ae ingin mengucapkan selamat tinggal kepada ayah dan saudaranya, so mengapa tidak mencoba sedikit memajukan bagian tersebut. And Choi Sung-Jae-ssi, what are you trying to do? 


Yang paling menarik dari episode kesebelas ini adalah bagaimana OMG mencoba menyentil penonton pada indahnya masa muda lewat kondisi tragis Soon-ae di bagian akhir episode, seperti mengingatkan bagaimana mencintai masa muda merupakan sesuatu yang begitu berharga, begitupula dengan resiko bunuh diri (jika memang benar Soon-ae bunuh diri). Sejauh ini OMG juga berhasil menunjukkan komposisi overall yang sangat baik, di episode sebelas telah banyak hal sederhana namun rumit yang terjadi namun kini perlahan telah menemukan arah masing-masing, dan semoga waktu yang tersisa dapat digunakan untuk mengembangkan dan memperdalam masing-masing karakter, dan tentu saja menyelesaikan satu misi lain yang sekarang belum selesai, misteri kematian Soon-ae. Sung-Jae-ssi, still waiting, huh?

Score: 8/10




Episode 12 (8/8/15)


Oh My Ghostess resmi masuk kedalam list saya pada kategori drama Korea yang pintar dengan cara menyenangkan. Ya, bukan hanya karena ia mampu mencampur drama dan komedi dengan sama baiknya namun juga dikarenakan cara ia menarik, menahan, dan mempermainkan penonton dengan menyenangkan. Semua yang karakter lakukan bukan hanya memiliki sebab namun juga akan meninggalkan akibat, dan efek domino dari apa yang terjadi di episode-episode sebelumnya hadir disini dalam bentuk sebuah kejutan di bagian akhir cerita. Saya sangat terkejut dan juga bangga dengan tindakan Bong-sun kepada Sun-woo dalam perjalanan pulang dari Namsan Tower itu, bukan sekedar menjadikan Bong-sun tampak dewasa serta mengembalikan daya tariknya yang sempat menurun di beberapa episode, tapi kejutan tersebut juga menjaga kesan natural dari OMG secara keseluruhan.

Episode dua belas menandakan OMG punya tim yang bukan hanya matang di bagian awal tapi juga tetap mampu tampil serupa menjelang bagian akhir. Dengan hati-hati mereka menarik satu persatu karakter utama untuk berdiri di posisi pusat panggung utama, setelah Soon-ae berpisah dan memilih jalannya sendiri kini polemik hadir dari Bong-sun yang otomatis akan menyisakan pertanyaan baru: apa yang akan Sun-woo lakukan selanjutnya? Saya suka dengan cara tim produksi memutar arah cerita, karakteristik Bong-sun yang naif dimanfaatkan dengan baik dengan membuat ia seolah lepas dari hipnotis fantasi gelora cinta yang ia alami dengan Sun-woo, lalu kemudian sadar bahwa apa yang Sun-woo suka selama ini tidak berasal dari dirinya, melainkan Soon-ae.


Hal menarik lainnya adalah bagaimana cerita kini kembali menaruh perhatian pada misteri Soon-ae dan Sung-jae (akhirnya). Garis hubungan yang terbangun dan telah terpendam sejak awal diantara Soon-ae dan Sung-jae punya potensi untuk membuka arah baru, bagaimana jika Soon-ae kembali bekerja sama dengan Bong-sun untuk menuntaskan rasa curiganya pada Sung-jae. Situasi tersebut dapat menjadikan cerita semakin menarik untuk mendampingi masalah perasaan yang mulai dari sini kendali sepertinya akan di pegang oleh Sun-woo, dan menyatukan Soon-ae dan Bong-sun akan menjadikan tiga bahkan empat karakter utama semakin matang. Ya, ini semakin menarik, dan hebatnya OMG tetap memberikan penonton tik-tok yang dibalik kesan bermain aman mampu meninggalkan perasaan masuk akal dengan cara yang semakin menyenangkan.

Score: 8,25/10






3 comments :

  1. Kak review film dong… tv-series biar aku yang handle deh… :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Handle handle ndasmu! Kamu kalau ngak di sentil aja selalu deh draf mulu. Lupa di pelihara. :)

      Delete
    2. Hihihihi, besok deh, besok rencananya baru mau nonton ly2n nih aku. Aku udah taruh review F4 ya. :p

      Delete